wartalive.co.id-Sebagai pelamar kerja, mempelajari budaya perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk menjalani pengalaman kerja yang memuaskan dan berjangka panjang.
Pemahaman terhadap budaya perusahaan juga memungkinkan para pelamar kerja untuk menilai sejauh mana nilai-nilai, norma, dan etika perusahaan sejalan dengan nilai pribadi mereka.
Jika pelamar merasa cocok, ini akan berpengaruh pada atmosfer kerja yang memuaskan dan produktif. Sedangkan, ketidakcocokan dengan budaya perusahaan dapat menyebabkan stres, ketidakpuasan kerja, bahkan keputusan untuk berhenti dari pekerjaan. Biar gak terjebak di tempat kerja yang tidak cocok denganmu, cari tahu cara mempelajari budaya perusahaan lewat artikel berikut ini.
1. Networking
Sebagai langkah pertama, networking bisa menjadi cara yang sangat efektif. Bertanyalah kepada semua orang yang kenal tentang informasi yang mereka miliki mengenai perusahaan dan pengalaman bekerja di sana. Ini dapat memberikan wawasan langsung dari individu yang telah merasakan atmosfer perusahaan tersebut.
Baca Juga : Sip! Presiden Resmikan Jalan Tol Pamulang-Cinere-Raya Bogor
Mengumpulkan pendapat dari berbagai sumber akan membantumu mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang budaya perusahaan. Khususnya, jika perusahaan memiliki reputasi buruk, mengetahui informasi ini sebelum menerima tawaran pekerjaan menjadi sangat penting. Ini memungkinkan kamu membuat keputusan yang tepat dan menghindari potensi ketidakcocokan di masa depan.
2. Research online
Menurut Josh Bersin, seorang analis riset SDM global, penasihat, dan CEO The Josh Bersin Company, dilansir U.S.News, untuk mengetahui budaya sebuah perusahaan dapat dilakukan lewat research online. Pelamar bisa menggunakan platform seperti Glassdoor, LinkedIn, dan Facebook.
Kamu juga bisa memahami budaya perusahaan melalui penelitian pada situs web perusahaan dengan berfokus pada pernyataan misi yang tercantum. Lewat cara ini, pelamar mendapatkan wawasan tentang nilai dan prioritas perusahaan. Jika pernyataan misi tidak ada, ini bisa mengindikasikan kurangnya visi jangka panjang perusahaan tersebut.
Baca Juga : Bupati Perintahkan BPBD Tapsel Salurkan Bantuan Ke Masyarakat Yang Terdampak Banjir
Selain itu, memeriksa latar belakang dan pengalaman karyawan yang pernah bekerja di perusahaan tersebut juga perlu dilakukan untuk menemukan pola atau tren perekrutan perusahaan. Cari manifesto atau video karyawan di situs web perusahaan, karena ini dapat memberikan wawasan tentang budaya perusahaan.
Menurut Josh Bersin, seorang analis riset SDM global, penasihat, dan CEO The Josh Bersin Company, dilansir U.S.News, untuk mengetahui budaya sebuah perusahaan dapat dilakukan lewat research online. Pelamar bisa menggunakan platform seperti Glassdoor, LinkedIn, dan Facebook.
Kamu juga bisa memahami budaya perusahaan melalui penelitian pada situs web perusahaan dengan berfokus pada pernyataan misi yang tercantum. Lewat cara ini, pelamar mendapatkan wawasan tentang nilai dan prioritas perusahaan. Jika pernyataan misi tidak ada, ini bisa mengindikasikan kurangnya visi jangka panjang perusahaan tersebut.
Selain itu, memeriksa latar belakang dan pengalaman karyawan yang pernah bekerja di perusahaan tersebut juga perlu dilakukan untuk menemukan pola atau tren perekrutan perusahaan. Cari manifesto atau video karyawan di situs web perusahaan, karena ini dapat memberikan wawasan tentang budaya perusahaan.
“Beberapa perusahaan memiliki kecenderungan untuk mempekerjakan individu dengan latar belakang dan pengalaman yang serupa, baik itu dalam hal positif atau negatif. Ini dapat mencerminkan suatu pola atau kebiasaan dalam proses rekrutmen, di mana perusahaan lebih condong untuk merekrut orang-orang yang memiliki kesamaan dalam latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, atau bahkan dari perusahaan yang serupa,” jelas Bersin.
Baca Juga : Bupati Dolly Hadiri Pisah Sambut Kapolres Tapsel
3. Perhatikan cara mereka memperlakukanmu
Perhatikan bagaimana kamu diperlakukan selama proses wawancara, karena hal ini memberikan petunjuk penting tentang bagaimana perusahaan dijalankan. Pengalaman tersebut tidak hanya mencerminkan profesionalisme, tetapi juga menjadi gambaran awal tentang bagaimana budaya perusahaan mungkin berpengaruh terhadap pengalaman kerja di masa depan.
Evaluasilah apakah kamu diperlakukan dengan baik, berinteraksi dengan berbagai karyawan, dan apakah ada momen yang membuatmu merasa tidak nyaman. Refleksi terhadap intuisi kamu setelah wawancara dapat membantumu menghindari keputusan yang mungkin menimbulkan penyesalan di masa mendatang.
4. Bertanya saat wawancara
Mengajukan pertanyaan langsung tentang budaya perusahaan pada sesi wawancara juga gak kalah penting. Cara ini dapat memberikan kamu gambaran yang jelas tentang budaya perusahaan yang hendak kamu lamar. Biasanya, rekruter atau manajer perekrutan cenderung memberikan jawaban terbuka meskipun mungkin hanya memberikan gambaran umumya.
“Saya suka ditanya pertanyaan yang menantang atau mungkin tidak mudah dijawab. Ini menunjukkan bahwa pelamar tertarik, serius, dan di satu sisi, pelamar juga berupaya melakukan beberapa penelitian,” kata Bersin.
Beberapa contoh pertanyaan yang dapat kamu ajukan ke perekrut meliputi alasan suka bekerja di sana, deskripsi budaya perusahaan, keunikan budaya perusahaan, lingkungan kerja, dan kegiatan di luar jam kerja. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantumu fokus pada budaya perusahaan dan menilai apakah lingkungan tersebut sesuai dengan kamu.
5. Berbicara dengan karyawan sekitar
Berbicaralah dengan karyawan dari perusahaan tersebut untuk mendapatkan wawasan yang berharga mengenai budaya kerja di tempat itu. Menurut Bersin, kamu dapat mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka mencapai kesuksesan dan pengalaman apa yang mereka alami.
Pertanyaan lainnya termasuk seberapa mudah untuk bersosialisasi, proyek atau tugas apa yang dapat diambil, dan bagaimana menangani situasi sulit di lingkungan kerja. Jika memungkinkan, kamu juga dapat melakukan riset sebelumnya di LinkedIn untuk mengidentifikasi karyawan yang ada di perusahaan tersebut.
Lalu, kamu dapat mengajukan beberapa pertanyaan yang sama kepada mereka. Ini adalah cara efektif untuk mendapatkan wawasan langsung dari individu yang telah berada di dalam budaya perusahaan tersebut.
6. Amati keadaan perusahaan
Memperhatikan sekitar saat wawancara on-site juga perlu kamu lakukan untuk mendapatkan wawasan tentang budaya perusahaan. Tibalah lebih awal untuk mengamati energi di kantor serta interaksi antar karyawan. Pertimbangkan pula apakah karyawan terlihat bahagia bekerja di sana dan apakah lingkungan tersebut sesuai dengan preferensimu.
Melalui pengamatan, calon karyawan dapat mendeteksi potensi konflik budaya atau ketidakcocokan sebelum menerima pekerjaan. Perlu diingat, bahwa budaya perusahaan berkontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja dan inilah pentingnya untuk mengamati keadaan perusahaan untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan karier.
Lingkungan kerja yang positif dan sesuai dengan nilai-nilai pribadi dapat menjadi kunci kepuasan dan produktivitas dalam bekerja. Sebelum membuat keputusan besar masuk dalam sebuah perusahaan, perlu untuk mengetahui budaya perusahaan tersebut apakah sesuai dengan preferensi atau tidak, karena ini dapat mempengaruhi kariermu ke depannya. (RL)

