wartalive.co.id-Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartato menargetkan total 19 juta orang bisa ikut dalam program Kartu Prakerja hingga akhir tahun ini. Adapun sampai artikel ini ditulis sudah ada lebih dari 17 juta orang yang ikut Kartu Prakerja sejak pertama kali dirilis pada 2020 silam.
Namun, Airlangga mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang mesti diselesaikan untuk bisa meraih target tersebut.”Ini PR masih banyak. Sebetulnya target kita sampai akhir 2024 diperkirakan sekitar 10 juta orang mengikuti pelatihan Prakerja,” kata Airlangga dalam Kegiatan Pengarahan Komite Cipta Kerja di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Oleh sebab itu, Airlangga menargetkan ada tambahan lebih dari satu juta orang yang mengikuti Kartu Prakerja tahun ini.”Sekarang kan sudah 17 juta lebih, jadi tambahannya sekitar 1,2 juta,” ujar dia.Guna merealisasikan target tersebut, Airlangga menjelaskan ada sejumlah pelatihan yang bakal didorong untuk Kartu Prakerja 2024.Pelatihan yang bakal didorong itu disebut Airlangga paling banyak diminati masyarakat yang ikut Kartu Prakerja.
Baca Juga : Terima Bantuan Bedah Rumah Dari Pj Walikota Palembang
“Pelatihan tentu yang sifatnya upskilling dan sekarang juga cukup banyak diminati dan banyak demand adalah sektor digital dan tidak lupa sektor yang day to day seperti pertambangan butuh pengemudi untuk alat berat. Jadi kita mem-balance antara kebutuhan digital dan riil di masyarakat,” tutur Airlangga.
Airlangga pun kemudian memamerkan capaian program Kartu Prakerja dalam dua tahun terakhir. Sejak dirilis pada masa pandemik COVID-19, Kartu Prakerja diklaim Airlangga telah berdampak pada jutaan masyarakat Indonesia.
“2 tahun terakhir Kartu Prakerja telah melakukan pelatihan pada masyarakat Indonesia dan diakses masyarakat di 514 kabupaten/kota dan lapangan kerja kita terus meningkat 1 tahun sekitar 4 juta angkatan kerja yang masuk ke lapangan kerja,” kata dia. (RL/IT)

