Wartalive.co.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kota Padangsidimpuan semakin dirasakan oleh masyarakat. Pantauan wartawan selama dua bulan terakhir menunjukkan bahwa persediaan BBM solar di kota ini mengalami penurunan signifikan, membuat aktivitas warga, terutama para pengemudi angkutan umum dan truk, terganggu, Sabtu (17/11/2024).
Di kota Padangsidimpuan, terdapat enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi milik Pertamina yang tersebar di beberapa lokasi strategis: Jalan Sudirman, Sadabuan, Sitamiang, Batunadua, Jalan Baru, dan Manunggang. SPBU-SPBU ini biasanya melayani kebutuhan BBM seperti solar, dexlite, pertalite, dan pertamax. Namun, kelangkaan solar membuat antrian kendaraan memanjang di setiap SPBU.
Rudiyanto, seorang supir truk, mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM solar. “Antriannya panjang sekali, kadang setelah sampai di SPBU, solar sudah habis. Kami jadi kesulitan untuk bekerja,” katanya. Situasi ini membuat para supir harus menghabiskan waktu berjam-jam bahkan seharian untuk mendapatkan solar, yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas transportasi dan distribusi barang.
Kelangkaan ini juga mendapat perhatian dari para pekerja SPBU. Seorang pegawai SPBU yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kepada wartawan bahwa stok solar yang datang ke SPBU memang menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir. “Memang stok kurang, mungkin karena sudah mendekati akhir tahun,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan ini. Normalisasi pasokan BBM solar sangat penting agar roda ekonomi di Kota Padangsidimpuan tidak terganggu. BBM solar memiliki peran vital dalam operasional angkutan umum dan distribusi logistik, serta kegiatan ekonomi lainnya yang bergantung pada kelancaran transportasi.
Para pengemudi dan warga kini menunggu respons cepat dari pihak berwenang untuk memastikan ketersediaan solar kembali normal, sehingga mereka tidak harus terus-menerus menghadapi kesulitan yang menghambat kegiatan sehari-hari mereka. (Tp)

