Sunday, October 11, 2026

Suheri Harahap: Menggali Kearifan Lokal, Gus-Jafar Diharapkan Bangun Desa Berbasis Budaya

Baca Juga

Wartalive.co.id – Terpilihnya pasangan Gus Irawan Pasaribu dan Jakfar Syahbuddin Ritonga sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan periode 2025-2030 membawa harapan besar bagi masyarakat. Salah satu prioritas utama pasangan ini adalah membangun kemandirian Desa berbasis potensi lokal, inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu diungkapkan DR. Suheri Harahap, Dosen Universitas Islam Negeri Sunatera Utara (UINSU) Medan dalam perbincangannya di Padangsidimpuan,Selasa (17/12/2024).

- Advertisement -

Putra daerah Tapsel ini meyakini, dalam strategi BAGUSI, desa-desa di Tapsel akan menjadi pusat inovasi, dengan memanfaatkan Dana Desa secara efektif. Infrastruktur seperti jalan desa, irigasi, perpustakaan dan fasilitas pendukung lainnya akan ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial.

” Selain itu, perhatian khusus mereka juga akan diberikan pada penguatan ketahanan pangan menuju swasembada yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, ” katanya.

Disamping itu, kemandirian desa di Tapsel akan diraih dengan mengoptimalkan potensi yang ada, seperti pertanian salak, kopi, gula aren dan peternakan. Selain itu, pengelolaan potensi wisata alam seperti air terjun, sungai lubuk larangan dan wisata lintas alam juga akan dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

” Souvenir dan produk UMKM khas Tapsel diharapkan menjadi unggulan, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, ” ungkap dia.

Disebutkannya Bupati dan Wakil Bupati Tapsel terpilih Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin diharapkan memberdayakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di setiap Desa dan memperkuat peran Lembaga Adat sebagai penjaga kearifan lokal.

” Dengan demikian, pengelolaan tanah adat dan potensi desa akan lebih terarah dan membawa manfaat luas bagi masyarakat, ” tuturnya.

Terkait dengan strategi kemandirian desa, ini akan didukung melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Program CSR dari perusahaan yang beroperasi di Tapsel serta dukungan dari Baznas akan diintegrasikan untuk mendukung program-program prioritas.

” Pelatihan berbasis kebutuhan nyata akan menggantikan program Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dinilai kurang efektif. Fokusnya adalah meningkatkan keterampilan masyarakat untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), ” sebutnya.

Pasangan pemimpin baru ini juga diharapkan dapat mencanangkan program inovatif seperti ‘Kampung Cantik” dan “Kampung UMKM’, untuk mendorong desa-desa menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif. UMKM berbasis masjid juga menjadi salah satu gagasan untuk memperkuat sektor usaha kecil sekaligus mempererat hubungan sosial.

Mahasiswa asal Tapsel kiranya turut diajak menjadi agen promosi produk lokal, baik kuliner maupun wisata, melalui berbagai acara seperti HUT Tapsel dan Hari Kemerdekaan yang akan dirancang lebih semarak dengan partisipasi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga budaya lokal sebagai fondasi pembangunan. Gus – Jafar diharapkan tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat berbasis budaya lokal.

” Dengan strategi ini, Tapsel diharapkan menjadi contoh daerah yang mampu membangun kemandirian desa melalui sinergi, inovasi dan pemberdayaan masyarakat, tanpa melupakan akar budayanya. Masyarakat kini menantikan energi pemimpin baru untuk mewujudkan visi besar ini, ” tutupnya. (Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya