Wartalive.co.id – Kepedulian ditunjukkan oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar terhadap warganya yang mengalami kesulitan. Setelah mendengar adanya seorang bayi yang tertahan di rumah sakit karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya persalinan, Bupati langsung mengutus Wakil Bupati Rianto untuk turun langsung ke Rumah Sakit Permata Hati Kisaran, Selasa (17/6/2025).
Kehadiran Wabup Rianto bertujuan untuk menyelesaikan biaya persalinan seorang bayi laki-laki yang lahir melalui operasi sesar pada 10 Juni 2025. Bayi tersebut adalah anak pertama dari pasangan Rudi (42) dan Afika (38), warga Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur.
Sayangnya, sang ibu, Afika, meninggal dunia pasca persalinan akibat pendarahan hebat. Sedangkan sang ayah, Rudi, yang bekerja sebagai buruh bangunan, mengaku tak memiliki uang untuk menebus biaya rumah sakit. Akibatnya, bayi tersebut sempat tertahan di rumah sakit selama satu minggu.
Baca Juga : Biddokkes Polda Sumut Ungkap Peran Strategis di Balik Tugas Kepolisian
“Jujur Bang, saya nggak punya uang untuk bayar biaya persalinan. Bayi saya tertahan di rumah sakit,” ucap Rudi dengan nada sedih.
Mendengar kabar tersebut, Bupati Asahan segera memerintahkan Wakil Bupati untuk menangani kasus ini secepatnya.
“Tadi Pak Bupati mendapat informasi langsung dan segera meminta saya turun menyelesaikan persoalan ini,” ujar Wabup Rianto saat berada di RS Permata Hati.
Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada pihak rumah sakit atas perawatan yang telah diberikan kepada bayi tersebut hingga dalam kondisi sehat dan selamat.
Rudi pun tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Asahan yang telah membantu menebus biaya persalinan almarhum istrinya dan anaknya.
Lihat Juga : Aksi Nyata Polres Padangsidimpuan di HUT Bhayangkara Bersih-Bersih Rumah Ibadah
“Terima kasih banyak untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Tanpa bantuan ini, saya tidak tahu harus bagaimana,” ujarnya lirih.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah di tengah rakyat, terutama di masa-masa sulit, dapat menjadi penguat dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.(Harpen)

