Tuesday, October 13, 2026

Pemko Padangsidimpuan Dorong Deteksi Dini Konflik Sosial Lewat Sosialisasi Lintas Suku dan Ras

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk, ‘Deteksi Dini, Pencegahan dan Penanggulangan Konflik Sosial dalam Perbedaan Suku dan Ras Masyarakat Kelurahan Sihitang Tahun 2025’, bertempat di Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (26/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kerukunan antar kelompok masyarakat lintas suku dan ras yang mendiami wilayah Kelurahan Sihitang.

- Advertisement -

Kegiatan tersebut dihadiri, Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Kepala Badan Kesbangpol Kota Padangsidimpuan, Mhd. Erwin Nasution, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padangsidimpuan Manaon Lubis, Kalolres Padangsidimpuan diwakili KBO Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan, Iptu Edi Sitompul, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Fardiansyah, S.Sos, Lurah Kelurahan Sihitang dan peserta dari berbagai elemen masyarakat Kelurahan Sihitang.

Baca Juga : Semangat Sehat, Kapolres dan Personel Ikuti Lari 8 K

Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Kepala Badan Kesbangpol Kota Padangsidimpuan, Mhd. Erwin Nasution dalam sambutannya mengatakan, Kota Padangsidimpuan adalah kota yang multikultural, terdiri dari berbagai suku, ras dan latar belakang budaya.

Keberagaman ini adalah kekayaan sekaligus tantangan yang harus kita jaga bersama. Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk memiliki pemahaman dan kesadaran dalam menjaga harmoni sosial, menghindari prasangka, serta membangun komunikasi yang inklusif dan toleran.

Melalui kegiatan ini, kami dari Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan ingin menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik, sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi gesekan yang dapat mengganggu stabilitas sosial maupun keamanan di wilayah kita.

” Saya mengajak semua elemen masyarakat, mulai dari aparat kelurahan, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum, untuk turut aktif menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing, ” ujar Erwin.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun jejaring komunikasi yang sehat antar kelompok, saling mendengar, dan saling memahami demi terwujudnya Kota Padangsidimpuan yang damai, bersatu dan sejahtera.

” Terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta atas kehadiran dan partisipasinya, semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi langkah konkret dalam memperkuat nilai-nilai kebhinekaan di tengah kehidupan masyarakat Kelurahan Sihitang, ” terangnya.

Sementara Kapolres Padangsidimpuan melalui KBO Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan, Iptu Edi Sitompul selaku narasumber dalam paparannya menyampaikan, pentingnya peran kepolisian dalam pencegahan konflik berbasis data intelijen sosial masyarakat.

Ia juga menjelaskan tentang potensi konflik sosial yang kerap terjadi antara lain, perselisihan antar kelompok warga karena isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), kesenjangan ekonomi dan sosial antar etnis, hoaks atau provokasi di media sosial yang menyulut kebencian serta kurangnya komunikasi lintas komunitas

Sebagai strategi deteksi dini, kepolisian belalukan berbagai langkah dan tugas melakukan pemantauan dan analisa situasi Kamtibmas secara intensif, dengan menjalin komunikasi aktif bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, melakukan monitoring isu strategis di lingkungan masyarakat dan media sosial, mendorong penyelesaian perselisihan melalui jalur dialog dan menyampaikan informasi kepada pimpinan, Pemda secara cepat dan tepat bila ditemukan potensi konflik.

Lihat Juga : Tertib Tak Harus Kasar, Satpol PP Tunjukkan Sikap Humanis Tegakkan Perda

” Deteksi dini tidak bisa dilakukan oleh aparat saja, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat untuk menyampaikan informasi atau gejala-gejala gangguan kamtibmas sejak dini kepada aparat keamanan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks, menjaga komunikasi terbuka lintas kelompok dan menjunjung tinggi nilai toleransi, gotong royong, dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, ” paparnya

Diskusi dan sesi tanya jawab pun menjadi bagian yang paling dinamis, dengan partisipasi aktif dari berbagai perwakilan etnis, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan organisasi seperti PBMI serta STM Sihitang.

Para peserta menyampaikan pandangan, pengalaman, dan saran terkait potensi konflik serta strategi membangun harmoni sosial di lingkungan mereka.(Lds)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya