Wartalive.co.id – Permukiman warga yang berada persis di sepanjang bantaran Sungai Babura di Medan Johor menjadi area yang mengalami dampak paling memilukan pasca banjir. Kenaikan debit air yang ekstrem dan mendadak tidak hanya merendam, tetapi juga menghancurkan sebagian besar rumah yang didominasi konstruksi semi-permanen, Senin (15/12/2025).
Banjir yang melanda kemarin benar-benar menunjukkan kekuatan destruktif alam yang luar biasa. Air bah tidak hanya meninggi dan merendam permukiman, tetapi di banyak titik rawan, terutama yang berada di dekat aliran sungai yang meluap, arus air berubah menjadi bandang yang menghancurkan.
Struktur rumah-rumah semi-permanen, yang menjadi tempat berlindung bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tidak mampu menahan tekanan air. Dalam waktu singkat, rumah-rumah tersebut ambruk, terseret arus, dan bahkan hilang tak berbekas, menyisakan hanya puing-puing dan lahan kosong yang dipenuhi lumpur tebal. Kehancuran ini bukan sekadar kerusakan perabotan, melainkan hilangnya seluruh tempat berlindung dan titik awal kehidupan sebuah keluarga. “Banjir kemarin membuat 3 rumah hilang dibawa arus” ujar Putra salah satu warga.
Baca Juga : Muhammadiyah Galang Infak Salat Jumat Bantu Korban Bencana
Pemandangan di lokasi ini adalah tumpukan sisa material kayu, seng, dan perabotan yang berserakan, bercampur dengan lumpur. Warga setempat mengungkapkan trauma mendalam, mengingat kecepatan arus air yang menyerupai ‘bandang’ membuat mereka tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka, bahkan beberapa harus berjuang menyelamatkan diri. “Airnya naik tiba-tiba, awalnya hanya semata kaki saja” ujar Putra.
Medan Johor mencatat rekor ketinggian air terparah dalam sejarah banjir terkini, dengan genangan yang mencapai hingga dua meter di beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Karya Jaya dan Jalan Eka Rasmi. Ketinggian air yang ekstrem ini mengakibatkan pemandangan mengerikan di mana puluhan kendaraan roda empat, baik yang sedang terparkir maupun yang terjebak saat melintas, terendam total hingga menenggelamkan bagian atap. Kendaraan-kendaraan mewah maupun niaga terlihat bagaikan perahu karam di tengah luapan air keruh.
Kejadian ini tidak hanya melumpuhkan arus transportasi di wilayah tersebut, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar bagi pemilik kendaraan. Proses evakuasi kendaraan baru bisa dilakukan setelah genangan air mulai surut, menggunakan mobil derek khusus yang dibantu oleh tim SAR gabungan. “Mobil dan gerobak jualan saya kerendam semua” tambah Putra.
Lihat Juga :
Sejumlah warga yang tinggal di pinggiran sungai Medan Johor kini diliputi kekhawatiran akan keselamatan struktur bangunan mereka. Luapan air yang ekstrem pekan lalu mengakibatkan terjadinya pengikisan tanah atau erosi di sepanjang bantaran sungai, yang memicu keretakan pada pondasi rumah warga. Beberapa bangunan bahkan terlihat rawan ambruk jika terjadi banjir susulan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi dan perkuatan tebing sungai (tanggul) guna mencegah hilangnya tempat tinggal mereka di masa mendatang.(Febrian)

