Wartalive.co.id – Kondisi bahan bakar minyak (BBM) yang belum stabil belakangan ini membuat para tukang becak di Kota Padangsidimpuan semakin resah. Menurut pantauan di lapangan, tepatnya di sekitar kawasan Jalan Sitamiang Baru, sejumlah tukang becak tampak menunggu penumpang dengan wajah cemas, Kamis (18/12/2025)
Para tukang becak mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM serta harga ketengan yang tinggi. Situasi ini berdampak langsung pada biaya operasional becak motor yang mereka gunakan untuk mencari nafkah sehari-hari.
Safri, seorang tukang becak mengaku kelangkaan BBM sangat berpengaruh dan memberatkan masyarakat
“masyarakat jadi takut naik becak, karna ongkos mahal, akibat susahnya mendapatkan BBM” Ujarnya
Baca Juga : Pasca Bencana, Listrik Kembali Menyala di Huta Godang, Batu Satahil, dan Sukarame
Keluhan serupa disampaikan tukang becak lainnya, Indra, menurut nya ketidakpastian pasokan BBM membuat penghasilan harian tidak menentu, “BBM susah, ongkos becak juga naik, biasanya dari sini (Sitamiang) ke pasar itu 8rb sekarang naik jadi 15rb” Katanya
Akibat susahnya mendapatkan BBM, para tukang becak mengaku mengalami penurunan pendapatan yang cukup merosot, “biasanya perhari bisa bawa pulang 70-100rb, sekarang sudah susah” tambah Indra
Para tukang becak berharap pemerintah dan pihak terkait segera menstabilkan pasokan dan harga BBM. Mereka menilai, kestabilan BBM sangat penting bagi keberlangsungan pekerjaan masyarakat kecil yang bergantung penuh pada kendaraan bermotor untuk mencari nafkah (Asrif)

