Wartalive.co.id – Arus lalu lintas di kawasan Simpang Helvetia, tepatnya di sekitar area Jasdam, Medan, mengalami gangguan hebat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh adanya proyek galian di pinggir jalan yang memakan sedikit badan jalan utama. Keberadaan material tanah dan lubang galian membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas di kawasan yang memang sudah dikenal padat tersebut.
Kondisi jalan di area tersebut pada dasarnya masuk dalam kategori jalan kecil atau sempit. Lebar jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas setiap harinya membuat situasi semakin sempit saat proyek galian mulai dikerjakan. Pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa harus mengantre panjang dan bergantian untuk dapat melintasi titik galian tersebut, Kamis (15/01/2026).
Puncak kemacetan terjadi secara signifikan pada jam-jam sibuk, yakni saat keberangkatan kerja di pagi hari dan kepulangan kerja di sore hari. Pada waktu tersebut, penumpukan kendaraan bisa mengular hingga ratusan meter. Suara klakson dan kepulan asap kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi oleh warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
Baca Juga : Cegah Pendangkalan Pascabanjir, Sungai Garoga Dikeruk dan Diperlebar Besar-Besaran
Para pedagang dan pemilik usaha di sekitar Simpang Jasdam juga mulai merasakan dampak negatif secara ekonomi. Akses pelanggan menuju toko-toko mereka terhambat oleh antrean kendaraan dan tumpukan material proyek. Debu yang beterbangan saat cuaca panas dan lumpur saat hujan juga membuat kenyamanan di area sekitar menurun drastis, sehingga warga enggan untuk singgah karena akses masuk ke toko-toko juga sedikit terlahang oleh galian jalan tersebut.
“Kalau sebagian akses masuk ke toko terhalang begini, pembeli jadi enggan dan males untuk singgah, apalagi kalau sudah jam pulang kerja, kan padat sekali disini, makin hilang keinginan pembeli untuk singgah” ucap Hendro salah seorang yang memiliki toko di sekitar.
Masyarakat berharap pihak kontraktor dan dinas terkait dapat mempercepat proses pengerjaan galian agar fungsi jalan dapat kembali normal. Warga meminta agar galian tersebut tidak dibiarkan terbengkalai terlalu lama dalam kondisi terbuka. Selain itu, diperlukan koordinasi yang lebih baik dengan pihak kepolisian lalu lintas untuk membantu mengatur arus kendaraan di jam-jam krusial.(Febrian)

