Wartalive.co.id – Kemacetan parah kembali menjadi pemandangan sehari-hari di persimpangan Jasdam, Medan Helvetia. Ratusan kendaraan dari arah Manhattan Times Square menuju arah Gaperta tertahan dalam antrean panjang yang mengular hingga ratusan meter. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh pengaturan durasi lampu lalu lintas (traffic light) yang dianggap sudah tidak proporsional dengan volume kendaraan yang melintas saat ini, Sabtu (17/01/2026).
Lonjakan kendaraan yang terjadi pada seiap jam, baik pagi, siang maupun sore hari, membuat antrean tidak terhindarkan. Para pengendara melaporkan bahwa durasi lampu hijau dari arah Manhattan terasa sangat singkat, sementara lampu merah menyala dalam waktu yang sangat lama. Hal ini menyebabkan hanya sedikit kendaraan yang bisa melintas dalam satu siklus lampu hijau, sementara volume kendaraan yang datang terus bertambah setiap menitnya.
Kondisi ini dikeluhkan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengendara sepeda motor hingga sopir angkutan logistik. Banyak dari mereka yang harus terjebak dalam antrean selama tiga hingga empat kali siklus lampu merah sebelum akhirnya bisa melewati persimpangan tersebut. Akibatnya, waktu tempuh para pekerja dan penyedia jasa transportasi menjadi terhambat secara signifikan.
Baca Juga : Pasokan Lancar, Harga Ikan di Panyabungan Kembali Stabil
Salah seorang sopir truk logistik, Sadikin, mengungkapkan kekecewaannya saat tertahan di tengah kemacetan tersebut. Menurutnya, bagi kendaraan besar seperti truk, durasi lampu hijau yang ada saat ini sangat tidak menguntungkan. Truk membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan akselerasi dari posisi berhenti dibandingkan kendaraan kecil, sehingga durasi hijau yang singkat hanya mampu melewatkan beberapa truk saja.
“Kami yang membawa muatan berat ini sulit untuk langsung tancap gas. Baru saja gigi masuk dan truk mulai bergerak, lampu sudah kembali kuning lalu merah. Cukup tersiksalah kami yang mengejar target waktu pengiriman barang,” ujar Sadikin dengan nada kesal sambil memantau kemacetan.
Lebih lanjut, Sadikin meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk segera turun ke lapangan dan meninjau kembali pengaturan waktu di Simpang Jasdam. Ia berharap ada pengujian ulang terhadap durasi detik lampu merah dan hijau agar disesuaikan dengan realita kepadatan kendaraan di titik tersebut, khususnya bagi jalur-jalur utama yang memiliki volume kendaraan besar.
“Saya minta tolong kepada pihak terkait agar waktu detiknya diuji kembali. Jangan dipukul rata dengan jam-jam sepi. Kalau durasinya tidak sesuai, kami yang sopir truk ini sering dianggap penyebab macet, padahal sistem lampunya yang memang kurang tepat, ” tambah Sadikin memberikan saran.(Febrian)

