Wartalive.co.id – Kemacetan arus lalu lintas kembali terjadi di sepanjang jalan keluar Underpass Titi Kuning hingga mengular ke arah Simpang STM, Medan (20/01/2026).
Penumpukan kendaraan terpantau mulai padat sejak pintu keluar underpass Titi Kuning hingga melewati area depan sekolah Prime One School. Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang melintas pada jam sibuk pagi hari.
Kemacetan ini bermula dari tingginya volume kendaraan yang keluar dari arah underpass Titi Kuning. Kendaraan yang seharusnya melaju lancar terpaksa melambat hingga merayap akibat penyempitan ruang jalan di titik-titik tertentu. Arus lalu lintas yang semula terbagi rata menjadi tersendat begitu mendekati kawasan sekolah di sekitar Simpang STM.
Baca Juga : Mobil Terperosok ke Parit di Martubung Medan, Diduga Sopir Pemula
Penyebab utama dari kemacetan panjang ini diketahui berasal dari barisan mobil orang tua murid Prime One School. Banyaknya kendaraan yang hendak menurunkan siswa dilakukan secara bersamaan di bahu jalan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan yang tidak terhindarkan di depan gerbang sekolah tersebut.
Mirisnya, antrean kendaraan orang tua murid tersebut dilaporkan memakan hingga dua lajur jalan utama. Dengan hanya tersisanya setengah jalan lagi bagi kendaraan lain untuk melintas, arus lalu lintas dari arah Titi Kuning otomatis tersendat. Manuver kendaraan yang keluar masuk area sekolah semakin memperparah kondisi di lapangan.
Akibat penggunaan dua baris jalan oleh orang tua murid, ekor kemacetan memanjang hingga pintu keluar underpass. Para pengendara sepeda motor, mobil pribadi, dan truk terpaksa harus mengantre lama dan merayap dengan kecepatan sangat rendah. Klakson kendaraan terdengar bersahutan dari para pengemudi yang merasa terhambat perjalanannya.
Kondisi ini bukan pertama kalinya terjadi di kawasan tersebut, terutama pada jam masuk sekolah. Warga sekitar dan pengguna jalan rutin berharap adanya pengaturan yang lebih tegas dari pihak terkait. Penyempitan jalan akibat parkir atau antrean di badan jalan dinilai sangat merugikan mobilitas publik yang ingin mengejar waktu kerja.
Lihat Juga : Ratusan Jamaah Ikuti Pengajian Syifaul Qulub di Kotasiantar
Beberapa pengendara mengaku waktu tempuh mereka meningkat drastis hanya untuk melewati titik Prime One School tersebut. “Biasanya pagi jam anak sekolah memang sedikit macet disini, karena nganter anak sekolah, tapi hari ini kok makin parah macetnya” ujar salah satu pengguna jalan di lokasi.
Diharapkan pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan dinas perhubungan maupun kepolisian setempat untuk mengatur pola drop-off siswa agar tidak mengganggu fasilitas umum.(Febrian)

