Wednesday, October 14, 2026

Jelang Ramadan–Idulfitri 2026, Stok Pangan Sumut Aman dan Surplus

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah Sumut dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Bahkan, sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami surplus produksi.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut.

- Advertisement -

Menurut Bobby, komoditas pangan utama seperti beras, cabai merah dan cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam, hingga minyak goreng tersedia lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga : Imbas Antrean SPBU, Lalu Lintas Panyabungan Menjadi Sepi

“Dari perbandingan antara produksi dan kebutuhan masyarakat, hampir seluruh komoditas ini berada dalam posisi surplus,” kata Bobby.

Ia mengakui, pada Oktober 2025 lalu cabai merah sempat menyumbang tekanan inflasi di Sumut. Namun, melalui langkah intervensi cepat dengan mendatangkan pasokan dari Jawa Timur serta didukung masa panen, harga cabai kini kembali stabil.

Bobby menjelaskan, Pemprov Sumut terus mengoptimalkan pengendalian inflasi melalui 11 aksi cepat, mulai dari pembagian gratis komoditas penyumbang inflasi, bundling beras SPHP murah dengan cabai merah, percepatan bantuan pangan, hingga pelaksanaan pasar murah dan inspeksi mendadak ke pasar.

Langkah lainnya meliputi penguatan kerja sama antardaerah, pengawasan distribusi pangan, penugasan BUMD dalam pengelolaan cabai dan bawang merah, antisipasi kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penetapan toko pantau inflasi di sejumlah daerah.

Untuk menjaga stabilitas pasokan jangka menengah, Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan tiga unit cold storage pada tahun 2026, baik di daerah sentra produksi maupun wilayah konsumsi. Selain itu, solar dryer dome akan dibangun di beberapa kawasan pertanian untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil panen.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri menilai inflasi di Sumut dipengaruhi faktor eksternal, terutama cuaca dan bencana alam. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak mencerminkan adanya masalah struktural dalam ketersediaan pangan.

Lihat Juga : 712 Los di Pasar Baru Panyabungan Siap Ditempati Pedagang

Hanif juga mengapresiasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut serta sinergi antara Pemprov Sumut dan Bank Indonesia.

“Kinerja TPID Sumut cukup baik. Operasi pasar, monitoring harga, dan koordinasi dengan Bank Indonesia berjalan efektif. Ini perlu terus dijaga ke depan,” ujarnya.(Sry)

Sumber: Diskominfo Sumut

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya