Wartalive.co.id – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel), di bawah kepemimpinan Gus Irawan Pasaribu – Jafar Syahbuddin Ritonga (Bagusi) mencatat berbagai capaian positif dalam satu tahun masa kerja, meski dihadapkan pada tantangan besar berupa bencana alam yang melanda hampir seluruh wilayah.
Selama sembilan bulan terakhir, Kabupaten Tapsel dilanda bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang cukup dahsyat.l dan berdampak pada 14 dari 15 Kecamatan yang ada.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah daerah tetap fokus melakukan perbaikan menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan. Hasilnya, sejumlah indikator kinerja resmi menunjukkan peningkatan signifikan.
Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang selama lima tahun terakhir berada pada kategori CC, pada tahun 2025 meningkat menjadi B.
Indeks Pencegahan Korupsi melalui Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) KPK juga mengalami lonjakan dari 65,66 pada tahun 2024 (zona merah) menjadi 81,70 pada tahun 2025 (zona hijau).
Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) meningkat dari 36,56 (kategori rendah) pada 2024 menjadi 50,48 (kategori sedang) di tahun 2025. Sementara Indeks Pelayanan Publik juga mengalami peningkatan dari 2,54 (C) menjadi 4,00 (B).
Tak hanya itu, berbagai penghargaan tingkat nasional turut diraih pada tahun 2025. Di antaranya Juara I Nasional Indonesia’s SDGs Action Award dari Bappenas melalui program unggulan Gerakan 1.000 Kolam. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tapsel juga berhasil meraih peringkat II nasional.
Prestasi lainnya adalah keberhasilan meraih Sertifikat Eliminasi Filariasis, menjadikan Tapsel sebagai salah satu dari tujuh daerah di Indonesia yang berhasil keluar dari status endemis penyakit kaki gajah.
Pemerintah daerah juga menghadirkan program Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pada desil 1 dan 2, sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat tengah berlangsung di atas lahan seluas 10 hektare di Sipirok dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar.
Dalam penanganan bencana, Tapsel menjadi salah satu daerah tercepat dalam menyelesaikan pendataan korban pascabencana 25 November 2025.
Hal ini berdampak pada percepatan penyaluran berbagai bantuan pemerintah, mulai dari bantuan Hunian Sementara (Huntara), Dana Tunggu Hunian (DTH), santunan korban meninggal dunia, bantuan stimulan perbaikan rumah, bantuan isi hunian, bantuan stimulan ekonomi, hingga bantuan Hunian Tetap (Huntap)
Saat ini, seluruh korban bencana telah meninggalkan tenda pengungsian dan menempati hunian yang lebih layak. Kondisi ini memungkinkan masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan lebih nyaman bersama keluarga.
Pemkab Tapsel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk Pemerintah Pusat, Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, BNPB, jajaran Kabinet Merah Putih, TNI dan Polri, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta berbagai BUMN, korporasi, organisasi, relawan, dan seluruh elemen masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat Tapsel yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal seperti Dalihan Na Tolu, serta semangat gotong royong dalam menghadapi suka dan duka bersama.
Semangat kebersamaan ini diharapkan terus menjadi modal utama dalam membangun Tapanuli Selatan dan Indonesia ke arah yang lebih baik di masa mendatang.(Wan)

