Wartalive.co.id – Di Desa Muaratais I, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), denyut kehidupan warga sempat tersendat. Bukan karena hasil panen yang menurun atau pasar yang sepi, melainkan karena seutas jembatan gantung merah putih yang selama ini menjadi penghubung utama, perlahan rapuh dimakan waktu.
Jembatan itu bukan sekadar lintasan, tapi sebagai jalan harapan. Tempat anak-anak melangkah setiap pagi menuju sekolah, sekaligus jalur para petani mengangkut hasil bumi menuju pasar.
Ketika kondisinya rusak, jarak terasa lebih panjang dan risiko menjadi bagian dari keseharian.
Namun pada Kamis (2/4/2026), suasana desa berubah. Hadirnya jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tapsel membawa harapan baru.
Dipimpin langsung Kapolres, AKBP Yon Edi Winara, proses rehabilitasi jembatan dimulai, bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga simbol hadirnya negara di tengah masyarakat.
Suara palu, gesekan besi dan langkah kaki personel yang bergotong royong dengan warga menjadi irama baru di sekitar jembatan.
Dalam waktu sekitar 10 hari ke depan, jembatan itu ditargetkan kembali berdiri kokoh, menghubungkan Desa Muaratais I dengan Kelurahan Bintuju.
Bagi Yon Edi Winara, pembangunan ini lebih dari sekadar tugas. Ia melihat langsung bagaimana jembatan tersebut menjadi urat nadi kehidupan warga.
“ Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi maupun anak-anak yang berangkat ke sekolah. Kami ingin memastikan akses ini kembali aman dan layak digunakan, ” ujarnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat agar Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut hadir dalam pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Terlebih di wilayah yang aksesnya terbatas, keberadaan jembatan menjadi sangat vital.
Di sisi lain, warga tak hanya menjadi penonton. Mereka ikut terlibat, bahu-membahu bersama personel kepolisian. Semangat gotong royong terasa kuat, menghidupkan kembali nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas desa.
Kepala Desa Muaratais I, Abdul Jalil Harahap, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia tahu betul betapa pentingnya jembatan tersebut bagi warganya.
“ Anak-anak sekolah setiap hari melewati jembatan ini. Begitu juga masyarakat yang membawa hasil pertanian. Kami sangat terbantu dengan kehadiran Polri dalam memperbaiki jembatan ini, ” katanya.
Kini, harapan kembali terajut di atas rangka baja dan tali-tali pengikat jembatan gantung itu.Bagi warga Muaratais I, jembatan ini bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi juga pengikat masa depan, yang kini perlahan diperbaiki, satu demi satu. (Wan)

