Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) resmi ditetapkan sebagai daerah percontohan program kredit murah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) oleh Bank Sumut.
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, mengatakan program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas usaha sekaligus membebaskan pelaku UMKM dari jeratan pinjaman berbunga tinggi.
“ Program ini kita mulai dari Tapsel sebagai pilot project. Harapannya, pelaku UMKM bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih ringan dan kompetitif, ” ujar Heru kepada wartawan di Medan, Jumat (17/4/2026).
Menurut Heru, penetapan Tapsel sebagai percontohan tidak terlepas dari respons positif pemerintah daerah dalam menjalin kerja sama dengan Bank Sumut, termasuk dalam pengembangan sistem keuangan dan sosialisasi pembiayaan kepada masyarakat.
Program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang mendorong Bank Sumut untuk tidak terlalu bergantung pada APBD dan aparatur sipil negara (ASN), serta memperluas akses pembiayaan kepada UMKM yang selama ini masih rendah.
Heru menjelaskan, skema pembiayaan yang diterapkan mengadopsi sistem tanggung renteng berbasis kelompok usaha. Pinjaman akan diberikan mulai dari Rp1 juta hingga Rp20 juta kepada kelompok yang terdiri dari minimal enam orang, khususnya kaum ibu.
Baca Juga : Lubang Besar di Depan Cluster Holland Namorambe Dikeluhkan Warga
“ Fokus kita memang ibu-ibu, karena mereka dinilai lebih disiplin dalam mengelola keuangan dan memiliki komitmen tinggi dalam pengembalian pinjaman, ” katanya.
Selain membantu pelaku usaha yang sudah berjalan, program ini juga membuka peluang bagi masyarakat yang baru ingin memulai usaha, dengan syarat memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran.
Lebih lanjut, Bank Sumut juga akan mengembangkan program Sumut Link di Tapsel sebagai upaya memperluas layanan keuangan tanpa kantor.
Melalui agen-agen yang tersebar di desa dan dusun, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi perbankan secara lebih mudah.
Dengan potensi 248 Desa dan ratusan Kepala Dusun di Tapsel, Heru optimistis program ini akan memperluas inklusi keuangan serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“ Jika program ini berhasil di Tapsel, maka akan kita kembangkan ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara, ” ujarnya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sumatera Utara.
Baca Juga : Khutbah Jumat di Al Abror Tekankan Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadan
” Program ini dapat berjalan secara komprehensif dengan dukungan berbagai pihak, sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Sumatera Utara, ” katanya. (Wan)

