Tuesday, October 13, 2026

Pelanggaran Garis Henti di Simpang Ringroad-Bunga Asoka Kian Meresahkan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi lalu lintas di persimpangan Jalan Ringroad dan Jalan Bunga Asoka, Medan, terpantau semrawut pada Rabu (22/4). Banyaknya pengendara sepeda motor yang berhenti melebihi garis henti (stop line) saat lampu merah menyala menjadi pemandangan yang jamak terlihat. Fenomena ini tidak hanya menciptakan ketidakteraturan, tetapi juga secara nyata menghambat arus kendaraan dari arah lain yang ingin melintas.

Pelanggaran marka jalan ini memicu penyempitan ruang gerak di area persimpangan. Para pengendara yang berhenti terlalu maju sering kali memakan ruang belok bagi kendaraan dari arah berlawanan atau arah samping. Akibatnya, kepadatan kendaraan sering tak terelakkan, terutama pada jam-jam sibuk di mana volume kendaraan mencapai puncaknya.

- Advertisement -

Tak hanya sekadar melewati garis, perilaku berisiko lainnya yang kerap terjadi adalah aksi menerobos lampu merah. Beberapa pengendara seolah tidak sabar menunggu giliran lampu hijau dan memilih untuk memacu kendaraannya di saat arus lalu lintas sebenarnya belum diizinkan untuk melaju. Hal ini tentu membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Baca Juga : Timsel KI Sumut Umumkan Penyesuaian Tahapan Seleksi, Pendaftaran Ditutup 22 April 2026

Reanu, salah seorang warga yang tinggal di sekitar persimpangan tersebut, mengungkapkan kegelisahannya terhadap perilaku buruk para pengendara. Menurut pengamatannya, kejadian tidak menyenangkan akibat pelanggaran lalu lintas sudah sering terjadi di lokasi tersebut. Ia menilai kesadaran masyarakat dalam mematuhi rambu-rambu masih sangat rendah.

“Sudah banyak lah kejadian yang tidak enak di simpang ini karena menerobos lampu merah. Karena bukan satu atau dua motor saja yang menerobos, yang menerobos itu banyak kalau ada kesempatan. Dilihatnya kiri-kanan kosong, diterobosnya lah,” ujar Reanu saat ditemui di lokasi kejadian.

Senada dengan Reanu, Dika, seorang pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar simpang Ringroad-Bunga Asoka, memberikan kesaksian serupa. Ia menyebutkan bahwa kawasan tersebut memang rawan kecelakaan. Namun, meskipun risiko bahaya sudah terpampang nyata, masih banyak pengendara yang seolah tidak peduli dan tetap nekat melanggar aturan.

“Padahal sudah sering kecelakaan terjadi di simpang ini, tapi masih banyak saja orang yang berani menerobos. Makian dan pertengkaran antarpengendara sudah sering lah terjadi di sini,” ungkap Dika dengan nada prihatin. Ia menambahkan bahwa konflik verbal sering tersulut ketika pengendara yang melanggar ditegur atau hampir bersenggolan dengan pengendara lain.

Lihat Juga : Petugas Haji Madina 2026 Disiapkan, 342 Jamaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

Situasi di simpang Ringroad-Bunga Asoka ini memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang, baik melalui pengetatan pengawasan maupun penindakan hukum secara tegas. Tanpa adanya tindakan yang memberikan efek jera, budaya melanggar marka jalan dan menerobos lampu merah dikhawatirkan akan terus berlanjut dan mengancam nyawa para pengguna jalan di Kota Medan.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya