Sunday, October 11, 2026

Polisi Selidiki Kematian Remaja di Batangtoru

Baca Juga

Wartalive.co.id – Seorang remaja laki-laki AAS (16) meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi racun rumput jenis herbisida di rumah nenek angkatnya di Desa Wek IV, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Selasa (5/5/2026).

Informasi dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui pada pagi hari ketika korban mengeluhkan sakit hebat di bagian perut kepada nenek angkatnya.

- Advertisement -

Korban sempat mengeluh sakit perut, sehingga neneknya berupaya memberikan pertolongan awal, namun kondisi korban terus memburuk.

Kepanikan keluarga bertambah setelah ditemukan botol herbisida dan minyak makan dengan isi yang diketahui telah berkurang cukup banyak.

Baca Juga : Ribuan Jamaah Antusias Ikuti Tabligh Akbar Eksyar Tapanuli di Sipirok

Meski dalam kondisi lemah, korban disebut masih sadar dan sempat meminta susu. Korban juga beberapa kali menyiram tubuhnya dengan air karena merasa kepanasan.

Keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Batangtoru menggunakan becak untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dari keterangan tenaga medis, saat diperiksa korban masih sadar dan mengaku telah meminum racun karena merasa pikirannya sumpek, namun motif pastinya masih belum dapat dipastikan.

Karena kondisi korban terus menurun, pihak medis merujuk korban ke RSUD Kota Padangsidimpuan guna mendapatkan penanganan intensif, namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB.

Menerima laporan kejadian tersebut, polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu botol herbisida, minyak makan, serta kaleng susu yang diduga dikonsumsi korban setelah kejadian.

Sementara dari keterangan sejumlah saksi menyatakan korban dalam dua pekan terakhir disebut kerap terlihat gelisah dan murung.

Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Iptu Agam Parlindungan membenarkan kejadian tersebut.

Lihat Juga : Kantah Padangsidimpuan Perkuat Integritas PPAT

“ Indikasi sementara mengarah pada tindakan bunuh diri, namun kami tetap mengedepankan pendalaman berdasarkan keterangan saksi dan fakta di lapangan, ” lanjut Kasi Humas

Diketahui, selama tujuh tahun terakhir korban diasuh oleh nenek angkatnya karena keterbatasan ekonomi orang tua kandung yang harus menanggung delapan anak.

Meski tinggal terpisah, rumah orang tua korban dan nenek angkatnya masih berada di desa yang sama. (Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya