Wartalive.co.id – Kehadiran Aula Serbaguna Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), diharapkan menjadi simbol kebangkitan masyarakat setelah menghadapi bencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025 lalu.
Hal itu disampaikan Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Kedeputian Kedaruratan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nelwan Harahap, saat menghadiri peresmian Aula Serbaguna Desa Tolang Julu, Rabu (3/6/2026).
Menurut Nelwan, pembangunan aula tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
baca juga : Tinjau Posyandu Melati, DPRD Dorong Pembenahan Fasilitas
Ia menilai sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemulihan yang berkelanjutan.
” Aula ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga simbol kebangkitan masyarakat pasca bencana. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas hidup warga, ” ujarnya.
Ia menyebutkan, pembangunan Aula Serbaguna Desa Tolang Julu terlaksana melalui dukungan Yayasan Penabur bersama Caritas Indonesia dan Rumah Zakat sebagai bagian dari program pemulihan dan pemberdayaan masyarakat pasca bencana.
Nelwan mengatakan, keberadaan aula tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, keagamaan, serta kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain mempererat kebersamaan warga, fasilitas itu juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
” Kami berharap aula ini dapat menjadi tempat berkumpul, belajar, bermusyawarah dan melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Tolang Julu dan sekitarnya, ” katanya.
Sebelumnya, peresmian aula dilakukan oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga.
Dalam kesempatan itu, Jafar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu masyarakat Tapsel, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
Lihat Juga : Aula Baru Tolang Julu Diharapkan Perkuat Kebersamaan Warga
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan pembangunan di daerahnya.
Ia mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi pada November 2025 lalu berdampak pada 14 dari 15 Kecamatan di Kabupaten Tapsel.
Ribuan warga terdampak akibat banjir, longsor, dan pergerakan tanah yang terjadi di sejumlah wilayah.
” Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tapsel terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur, ekonomi masyarakat, serta pelayanan dasar melalui dukungan pemerintah pusat dan berbagai mitra pembangunan, ” ungkapnya Wakil Bupati (Wan)

