Wartalive.co.id – Kepemimpinan perempuan di Indonesia kembali menjadi perhatian publik setelah semakin banyak perempuan menduduki posisi strategis di pemerintahan. Salah satu sosok yang dinilai menginspirasi adalah Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, yang menjadi gubernur perempuan pertama di provinsinya. Kiprahnya dipandang sebagai simbol bahwa perempuan mampu mengambil peran penting dalam ruang publik meskipun masih menghadapi tantangan budaya patriarki dan berbagai bentuk stereotip gender.
Di Sumatera Utara, isu kesetaraan gender juga terus menjadi perhatian berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas perempuan. Berbagai program pemberdayaan perempuan dan peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan, ekonomi, serta kepemimpinan terus didorong agar semakin banyak perempuan memiliki kesempatan yang setara dalam mewujudkan cita-cita mereka ujar Nisa Khoiriah Siregar.
Sherly Tjoanda dinilai menjadi salah satu contoh bahwa perempuan dapat memimpin dengan kompetensi dan integritas. Perjalanannya menuju kursi gubernur menunjukkan bahwa kemampuan, pengalaman, dan komitmen terhadap pelayanan publik dapat menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Baca Juga : Desa Huta Padang Jadi Lokasi Monitoring PKK Sumut
Pengamat sosial menilai bahwa masih terdapat tantangan budaya patriarki di berbagai daerah Indonesia yang dapat memengaruhi kesempatan perempuan untuk berkembang. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dalam dunia politik masih menghadapi hambatan struktural, mulai dari stereotip gender hingga keraguan terhadap legitimasi kepemimpinan mereka.
Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan, khususnya di Sumatera Utara, untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, organisasi, kewirausahaan, maupun partisipasi dalam pemerintahan. Kehadiran figur perempuan dalam jabatan publik bukan hanya memperluas representasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi tanpa dibatasi oleh stigma gender.
Tokoh-tokoh perempuan yang berhasil menembus berbagai tantangan diharapkan mampu memperkuat semangat bahwa kesempatan memimpin terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan integritas. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender dapat semakin mendekati kenyataan.
Oleh : Nisa Khoiriah Siregar

