<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir Garoga Archives - Wartalive.co.id</title>
	<atom:link href="http://www.wartalive.co.id/tag/banjir-garoga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Media tepercaya &#38; Independen</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Mar 2026 04:58:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>http://www.wartalive.co.id/wp-content/uploads/2022/10/cropped-06dd0559-46f1-416d-95c6-3269509ed131-1-1-32x32.png</url>
	<title>Banjir Garoga Archives - Wartalive.co.id</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Air Bersih Sulit Didapat, Warga Korban Banjir Garoga Bertahan di Hunian Sementara</title>
		<link>http://www.wartalive.co.id/air-bersih-sulit-didapat-warga-korban-banjir-garoga-bertahan-di-hunian-sementara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wartalive]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 04:58:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tapanuli Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Garoga]]></category>
		<category><![CDATA[Hunian Sementara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartalive.co.id/?p=59763</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wartalive.co.id – Warga Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini, sumber air yang biasa digunakan masyarakat belum pulih akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana, (9/3/2026) Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga mencoba membuat sumur dengan menggali tanah cukup dalam. Namun upaya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://www.wartalive.co.id/air-bersih-sulit-didapat-warga-korban-banjir-garoga-bertahan-di-hunian-sementara/">Air Bersih Sulit Didapat, Warga Korban Banjir Garoga Bertahan di Hunian Sementara</a> appeared first on <a href="http://www.wartalive.co.id">Wartalive.co.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Wartalive.co.id</strong><em><strong> – Warga Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga kini, sumber air yang biasa digunakan masyarakat belum pulih akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana, (9/3/2026)</strong></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga mencoba membuat sumur dengan menggali tanah cukup dalam. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena belum ditemukan sumber air yang layak digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, menjelaskan sebelum bencana melanda, ketersediaan air bersih di desa tersebut relatif melimpah. Akan tetapi banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 merusak sumber air yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.wartalive.co.id/hut-ke-27-madina-diwarnai-khataman-al-quran-dan-santunan-anak-yatim/">HUT ke-27 Madina Diwarnai Khataman Al-Qur’an dan Santunan Anak Yatim</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, masyarakat telah berupaya secara swadaya mencari sumber air baru, tetapi hingga kini kebutuhan air bersih masih bergantung pada bantuan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini ratusan keluarga korban banjir masih tinggal di hunian sementara setelah rumah mereka rusak berat akibat bencana. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak, terutama untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih melalui tangki air yang ditempatkan di beberapa titik. Namun pasokan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga yang berada di lokasi pengungsian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain persoalan air, warga juga menghadapi kesulitan dalam mencari penghasilan. Banyak lahan pertanian yang sebelumnya menjadi sumber mata pencaharian rusak akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pemerintah daerah masih mempersiapkan lokasi pembangunan hunian tetap bagi para korban. Proses tersebut membutuhkan waktu karena harus memastikan status lahan yang akan digunakan aman dan sesuai untuk pembangunan permukiman. (Sry)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: Tempo</p>
<p>The post <a href="http://www.wartalive.co.id/air-bersih-sulit-didapat-warga-korban-banjir-garoga-bertahan-di-hunian-sementara/">Air Bersih Sulit Didapat, Warga Korban Banjir Garoga Bertahan di Hunian Sementara</a> appeared first on <a href="http://www.wartalive.co.id">Wartalive.co.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Batangtoru Temukan Kerangka di Tumpukan Kayu Bekas Banjir Garoga</title>
		<link>http://www.wartalive.co.id/warga-batangtoru-temukan-kerangka-di-tumpukan-kayu-bekas-banjir-garoga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wartalive]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 08:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tabagsel]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Garoga]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan kerangka manusia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartalive.co.id/?p=59639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wartalive.co.id &#8211; Warga Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan pinggiran Sungai Garoga, Jumat (6/3/2026) siang. Kerangka tersebut ditemukan di antara tumpukan kayu sisa material banjir bandang Garoga yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Kerangka manusia tersebut ditemukan di sekitar lahan kebun sawit milik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://www.wartalive.co.id/warga-batangtoru-temukan-kerangka-di-tumpukan-kayu-bekas-banjir-garoga/">Warga Batangtoru Temukan Kerangka di Tumpukan Kayu Bekas Banjir Garoga</a> appeared first on <a href="http://www.wartalive.co.id">Wartalive.co.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Wartalive.co.id &#8211; Warga Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan pinggiran Sungai Garoga, Jumat (6/3/2026) siang.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka tersebut ditemukan di antara tumpukan kayu sisa material banjir bandang Garoga yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerangka manusia tersebut ditemukan di sekitar lahan kebun sawit milik warga yang berada di pinggiran Sungai Batangtoru. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan sebagian besar hanya tersisa tulang belulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Informasi dihimpun penemuan kerangka manusia itu pertama kali dilaporkan Kepala Desa Aek Ngadol, Saolon Sitompul, kepada pihak kepolisian setelah warga yang berada di sekitar lokasi menemukan tulang belulang manusia di kawasan aliran sungai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolsek Batangtoru, AKP P. M. Siboro, langsung menurunkan personel setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Aek Ngadol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Setelah menerima laporan dari kepala desa, personel Unit Reskrim Polsek Batangtoru langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan awal, ” ujar AKP PM. Siboro, Senin (9/3/2026)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : <a href="https://www.wartalive.co.id/wagubsu-kunjungi-kesiapan-sman-rahuning/">Wagubsu Kunjungi Kesiapan SMAN Rahuning</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lokasi yang sama, seorang warga bernama Hamzah Siregar menduga kerangka tersebut merupakan ibunya, Tiarma Sitompul (55), warga Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir bandang Garoga pada November 2025 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut keterangan keluarga, identifikasi awal dilakukan melalui ciri susunan gigi bagian bawah korban. Selain itu, beberapa minggu setelah bencana banjir terjadi, tas milik korban juga sempat ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan kerangka tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Berdasarkan keterangan keluarga dan ciri-ciri yang dikenali, kerangka tersebut diduga merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir Garoga. Namun demikian, kami tetap melakukan pendataan serta pengumpulan keterangan dari para saksi, ” jelas AKP PM. Siboro.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak keluarga, kerangka tersebut kemudian dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Batangtoru menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aek Ngadol untuk dimakamkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca Juga : <a href="https://www.wartalive.co.id/harga-sembako-di-pasar-panyabungan-terpantau-stabil-jelang-lebaran/">Harga Sembako di Pasar Panyabungan Terpantau Stabil Jelang Lebaran</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor Desmonth Sitorus, menegaskan pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural dalam penanganan temuan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Personel telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban serta pemeriksaan terhadap para saksi, ” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur, termasuk pengawalan jenazah sejak dari lokasi penemuan hingga proses pemakaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8221; Proses penanganannya kita lakukan sesuai dengan prosedur, &#8221; terangnya. (Wan)</p>
<p>The post <a href="http://www.wartalive.co.id/warga-batangtoru-temukan-kerangka-di-tumpukan-kayu-bekas-banjir-garoga/">Warga Batangtoru Temukan Kerangka di Tumpukan Kayu Bekas Banjir Garoga</a> appeared first on <a href="http://www.wartalive.co.id">Wartalive.co.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Garoga : Bantahan Oknum Kades Anggoli dan Fakta Penyelidikan Polisi</title>
		<link>http://www.wartalive.co.id/banjir-garoga-bantahan-oknum-kades-anggoli-dan-fakta-penyelidikan-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[wartalive]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 01:08:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tapanuli Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Garoga]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Tapsel]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Anggoli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartalive.co.id/?p=54777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wartalive.co.id &#8211; Pernyataan oknum Kepala Desa (Kades) Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Oloan Pasaribu, terkait asal-usul kayu gelondongan yang menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dinilai kontradiktif dengan hasil penelusuran dan penyelidikan Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri. Dalam unggahan akun media sosial Facebook @Barry Anto, Oloan menyatakan mustahil jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://www.wartalive.co.id/banjir-garoga-bantahan-oknum-kades-anggoli-dan-fakta-penyelidikan-polisi/">Banjir Garoga : Bantahan Oknum Kades Anggoli dan Fakta Penyelidikan Polisi</a> appeared first on <a href="http://www.wartalive.co.id">Wartalive.co.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Wartalive.co.id &#8211; <em>Pernyataan oknum Kepala Desa (Kades) Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Oloan Pasaribu, terkait asal-usul kayu gelondongan yang menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dinilai kontradiktif dengan hasil penelusuran dan penyelidikan Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam unggahan akun media sosial Facebook @Barry Anto, Oloan menyatakan mustahil jika longsoran kayu gelondongan yang menghantam Desa Garoga hingga menyebabkan kerusakan parah berasal dari areal PT.TBS dan menurutnya, di kawasan lahan PT TBS tidak terdapat anak sungai, melainkan hanya mata air dengan aliran kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, sebagian masyarakat Desa Anggoli memang mem-plasma-kan lahannya atau meminta bantuan PT TBS untuk mengelola kebun karena tidak sanggup mengelola sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.wartalive.co.id/perkuat-pengawasan-hutan-menhut-tambah-polisi-hutan/">Perkuat Pengawasan Hutan, Menhut Tambah Polisi Hutan</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski mengakui terdapat longsoran di beberapa titik lahan PT TBS, Oloan menegaskan longsoran tersebut tidak mungkin menghanyutkan kayu hingga ke Sungai Garoga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Mata air itu mengalir ke anak Sungai Aek Nahombar yang kemudian bergabung ke Sungai Muara Sibuntuon. Kalau pun ada longsoran kecil, kayunya tertahan dan tidak sampai ke Sungai Garoga,” ujar Oloan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menduga sumber kayu gelondongan berasal dari longsoran di Sungai Paronggangan yang masuk wilayah Kabupaten Tapsel, yang menurut perkiraannya berdekatan dengan areal tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources (PTAR), tepatnya di kawasan Pit Ramba Joring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oloan mengaku pernah menelusuri alur sungai bersama warga Desa Batu Horing, Kecamatan Batangtoru mulai dari Sungai Aek Bani, aliran air menuju Aek Paronggangan, kemudian bersatu ke Aek Sibio-bio hingga ke Muara Sibuntuon dan akhirnya bermuara ke Sungai Garoga 1 dan Garoga 2.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga meminta pemerintah daerah agar tidak menyampaikan pernyataan tanpa dasar yang jelas, karena, menurutnya, sekitar 100 meter dari permukiman warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga telah terjadi longsoran besar yang berada di kawasan kebun rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Kalau yang saya cermati saat mendampingi tim dari Polda Sumut, titik longsoran itu justru lebih banyak berada di wilayah Tapsel dan langsung jatuh ke sungai, ” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oloan kembali menegaskan tidak ada kaitan antara kayu gelondongan yang terbawa banjir dengan PT TBS maupun kebun PT Sago. Menurutnya, kondisi lahan di bawah areal PT TBS masih berupa kebun murni dengan pohon karet yang berdiri utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Seberapa besar mata air bisa menghanyutkan kayu gelondongan? Kita turun ke lapangan dan lihat langsung. Jangan sampai ‘omon-omon, ” cetusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di sisi lain, Dittipidter Bareskrim Polri mengungkapkan temuan berbeda, yang menyatakan bahwa, berdasarkan citra satelit Kementerian Kehutanan (Kemenhut) ditemukan 110 titik aktivitas penebangan kayu atau pembukaan lahan di hulu Sungai Aek Garoga yang diduga menjadi penyebab banjir bandang di wilayah Tapsel dan Tapteng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Ada 110 titik bukaan hutan dan baru empat yang ditemukan langsung di lapangan. Artinya, masih ada 106 titik yang kami telusuri, ” tegas Direktur Dittipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mhd Irhamni, dalam konferensi pers, Rabu (10/12/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irhamni yang didampingi Ahli Pengendali Ekosistem Kemenhut, Yandi Irawan Sutisna, membenarkan bahwa pembukaan hutan tersebut dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tidak memiliki hak guna usaha (HGU) serta aktivitas pertambangan ilegal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyidik juga telah menelusuri hulu Sungai Aek Garoga di Tapsel dan Aek Anggoli di Tapteng atau yang disebut Aek Garoga 1 dan 2, hingga jarak sekitar delapan kilometer, ditemukan empat titik bukaan hutan, di antaranya diduga dilakukan oleh PT TBS dan perusahaan kelapa sawit yang tidak memiliki HGU.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lihat Juga : <a href="https://www.wartalive.co.id/usu-peduli-terima-donasi-ecoenzym-untuk-warga-terdampak-bencana/">USU Peduli Terima Donasi Ecoenzym untuk Warga Terdampak Bencana</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Kami mengambil 43 sampel kayu dari sisa material banjir di jembatan Aek Garoga 1 dan 2, lalu menelusuri sungai ke hulu untuk mencari asal-usulnya. Dari hasil sementara, lebih banyak kayu yang identik dengan tunggul di Km 6 dan Km 8, ” ungkap Irhamni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, penanganan perkara tersebut telah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Sejumlah saksi, termasuk kepala desa dan pihak perusahaan, telah dipanggil dan dimintai keterangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“ Dalam waktu dekat akan kami tetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka, ” pungkas Irhamni.(Wan)</p>
<p>The post <a href="http://www.wartalive.co.id/banjir-garoga-bantahan-oknum-kades-anggoli-dan-fakta-penyelidikan-polisi/">Banjir Garoga : Bantahan Oknum Kades Anggoli dan Fakta Penyelidikan Polisi</a> appeared first on <a href="http://www.wartalive.co.id">Wartalive.co.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 39/83 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching using Redis (Request-wide modification query)

Served from: www.wartalive.co.id @ 2026-10-12 05:55:57 by W3 Total Cache
-->