Tapteng – Bank Sampah Yamantab (BSY) bersama dengan PLN Nusantara Power UP Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berkolaborasi membeli Ecobrik dari masyarakat.
Kesepakatan membeli Ecobrik berawal gagasan, sejalan dengan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) PT PLN UP Pandan, Tapteng, dalam misi pengurangan sampah plastik.
“Kita sudah sosialisasi dan pelatihan Ecobrik sebagai upaya kurangi sampah plastik, selama ini jadi masalah dan segera dicari solusinya,” kata Damai Mendrofa, Direktur BSY di kantor Camat Pandan, Tapteng baru-baru ini.
Dijelaskan, ecobrik adalah bata ramah lingkungan untuk mendirikan bangunan atau gedung. “Ecobrik itu botol plastik berjenis pet berisi sampah plastik telah digunting kecil, lalu dipadatkan sepotong kayu atau besi,” jelasnya.
Baca Juga : Program Kolaborasi Pj Gubernur Sumsel Tuntaskan Kemiskinan
“Program ini merupakan salah satu solusi dalam kurangi sampah plastik,” tambah Damai, juga Ketua Yamantab Sibolga dan Tapteng.
Damai menyebut, BSY akan menampung sebanyak 3 ribu Ecobrik dengan tenggat waktu selama 3 bulan, dan berat rata-rata minimal 2,3 ons per botol.
“Jadi hitungannya, 3 ribu dikali 2,3 ons sama dengan 690 kg sampah plastik sudah mampu kita serap. Kita sudah mampu kurangi pencemaran lingkungan dari sampah plastik,” ujarnya.
“Data dari Dinas lingkungan Hidup, ada 3 kecamatan disekitar Pandan hasilkan 8 ton sampah organik dan non-organik per hari. Kita optimis, program ini mampu kurangi sampah dan edukasi masyarakat soal tanggungjawab,” lanjut Damai.
Manager PT PLN Nusantara Power UP Pandan, Aries Indrianto Elisa mengaku pembelian ecobrik adalah salah satu dari program TJSL, berkomitmen mendukung penanganan sampah plastik.
Lihat Juga : Polda Sumut Janji Perangi Judi dan Narkoba
“Kita berkolaborasi dengan BSY untuk bagian dari teknisnya. Lalu, kita support dari pendanaannya,” ujar Aries, melalui M Khoirul Harahap, selaku Asman Business Support PLN UP Pandan.
Penyerapan ecobrik ini, kiranya dapat dimanfaatkan sebagai batu bata ramah lingkungan pengganti material batu bata pembangunan toilet pemukiman warga.
“Pembelian 3 ribu ecobrik seharga 5 ribu 500 rupiah, nantinya berdampak positif bagi masyarakat. Sampah tidak lagi dibuang sembarangan, tapi dijadikan sebagai ecobrik,” bebernya.
Sementara, Raja Siregar mewakili Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, apresiasi atas kegiatan BSY dan PLN UP Pandan soal penanganan sampah plastik yang tidak dapat didaur ulang lagi.
Baca Juga : Kejuaraan Nasional Sepatu Bintang Medan Open Diharapkan Lahirkan Atlet Harumkan Nama Indonesia di Dunia
“BSY telah melakukan langkah nyata dan edukasi bagi masyarakat terkait sampah plastik termasuk penanganannya. Hal ini tentu menjadi edukasi sangat baik untuk anak-anak dan peserta didik,” ucap Raja, saat membacakan sambutan tertulis kepala Dinas Pendidikan Tapteng.
Selain dari BSY, PLN, Dinas Pendidikan, pihak lain turut hadir saat Sosialisasi dan Pelatihan Ecobrik yakni perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, BKAD, Lurah Pasar Baru, peserta, nasabah BSY. (Muafdan)
Editor : Indra Sikoembang

