Monday, October 12, 2026

Usai Rapat Dengan Menkeu, Gus Irawan Luruskan Pernyataan Bupati Tapsel Tentang Pertumbuhan Ekonomi Nasional 4,8 Persen

Baca Juga

wartalive.co.id – Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu meluruskan pernyataan Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu yang salah mengutip data pertumbuhan ekonomi nasional dan membandingkannya dengan pertumbuhan di Tapsel. Rabu (21/8/2024) sore.

Dalam situs berita online yang mengutip pendapat Dolly Pasaribu sebagai Bupati Tapsel membanggakan pencapaian pertumbuhan daerahnya karena angka yang mencapai 5,1 persen di atas pertumbuhan nasional yang 4,8 persen tahun 2023.

- Advertisement -

Gus Irawan Pasaribu anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, yang dihubungi lewat sambungan telepon, ternyata sedang rapat bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta. Usai rapat, ia langsung mengirim tangkapan layar terkait data dimaksud.

Foto diagram pertumbuhan ekonomi nasional yang dibahas di DPR RI bersama Menteri Keuangan dan dikirim Gus Irawan kepada wartawan. (Istimewa’)

“Saya tidak bermaksud apa-apa, hanya meluruskan saja. Angka pertumbuhan nasinal adalah 5,05 persen bukan 4,8 persen di 2023. Urgensinya adalah jika ucapan itu disampaikan saat doorstop, tentu keseleo lidah tak masalah. Tapi sebagai pejabat harusnya memahami angka dan tahu pentingnya data,” katanya.

“Ini kami sedang melakukan evaluasi kinerja keuangan pemerintah 2023. Lalu ditampilkanlah pertumbuhan ekonomi nasional. Di saat yang sama saya kemudian dikirim link berita dan ditanya wartawan bagaimana pendapat saya. Ya harus saya sampaikan bahwa ada data salah dalam penyampaian Bupati Tapsel di media,” tambah Gus Irawan.

Sebenarnya, katanya lagi, publikasi data dari Bupati Tasel itu mengarah ke media setting. “Itu datanya sudah disiapakan dan seharusnya tidak boleh salah. Saya sebenarnya merasa agak berat menanggapi ini, karena  nanti seolah-olah kita membiarkan opini yang keliru berkembang di Tapsel. Jadi harus diluruskan,” tuturnya.

Menurut Gus, data pertumbuhan yang diklaim Bupati Tapsel itu pun biasa saja. Tidak ada prestasi luar biasa dari capaian pertumbuhan 5,1 persen karena angka pertumbuhan itu auto pilot.

“Tidak ada program Pemdapun sebenarnya, kalau angka sebesar itu bisa dicapai Tapsel. Karena konsumsi masyarakat, kegiatan dunia usaha, dan lain-lain itu berkontribusi terhadap pertumbuhan,” jelasnya.

Dia malah mengcounter yang seharusnya ditunjukkan adalah laju pertumbuhannya sebelum pandemi dan setelah pandemi. Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melampaui kondisi sebelum krisis.

Sementara laju pertumbuhan ekonomi di Tapsel yang 2019 berada di angka 5,23 persen ternyata hingga 2023 masih berada di angka 5,1 persen.

“Nah, angka nasional lajunya lebih cepat, karena sudah melampaui angka sebelum pandemi. Di Tapsel, lajunya melambat di tiga tahun terakhir. Saya harap janganlah menggunakan data untuk media setting. Ungkapkan saja kondisi riilnya,” harap Gus.

Sebenarnya, Gus Irawan tidak mau mengomentari ini terlalu dalam. Karena kalau dibedah datanya lebih dalam, maka akan kelihatan apa yang sesungguhnya terjadi di Tapsel saat ini.

“Berat bagi saya menanggapi ini, karena juga menjadi kegagalan saya sebagai senior tidak bisa mendidik junior. Tapi  daripada ada persefsi yang keliru di tengah masyarakat , maka saya hanya meluruskan saja dulu angka pertumbuhan tersebut,” jelasnya. (LDS)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya