Wednesday, October 14, 2026

Petani Tapsel Keluhkan Jalan Rusak Ke Bobby Dan Gus Irawan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Petani se Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar sarasehan bersama Ketua Dewan Pembina Tani Makmur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, yang juga Calon Gubernur Sumut, diadakan di Alun-alun Sipirok, Sabtu (28/9/2024) sore.

Sarasehan atau pertemuan yang digelar untuk mendengar pendapat ahli/tokoh tentang program dan prospek pertanian Sumut dan khususnya Tapsel ke depan ini, dihadiri Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut Gus Irawan Pasaribu, yang juga Calon Bupati Tapsel dan Pembina Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumut Syahrul M. Pasaribu, Bupati Tapsel dua periode, para petani Tapsel, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tapsel dan Pimpinan Pesantren Darul Mursyid Jafar Syahbudin Ritonga bersama istri.

- Advertisement -

Ketua Panitia juga Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan melaporkan bahwa jumlah Kelompok Tani (Poktan) di Tapsel saat ini ada berjumlah 1.467 Poktan dan sarasehan ini bertujuan menyatukan persepsi tentang konsep pertanian ke depan di Tapsel pada khususnya, dan Sumut pada umumnya.

Baca Juga : Bawaslu Toba Ajak Wartawan Sukseskan Pilkada 2024

Masyarakat petani diwakili Obama dari Kecamatan Saipar Dolok Hole (SD Hole) menyebutkan, saat ini ada seribu lebih Poktan di Tapsel. Kelompok ini menaungi petani yang jumlahnya hampir 70 persen dari jumlah penduduk Tapsel.

” Pak Bobby dari Tani Makmur kami dengar mencalon Gubsu dan pak Gus Irawan dari HKTI mencalon Bupati Tapsel. Semoga perjuangan bapak berdua meraih sukses. Apabila sudah terpilih, tolong perhatikan kami masyarakat petani ini pak, ” pinta Obama.

Di Tapsel, katanya, petani membudidaya kopi, aren, kakao, padi, holtikultura dan jenis tanaman pangan lainnya. Namun sekitar tiga ahun ini mengalami masalah ketersediaan bibit unggul, pupuk, pestisida dan infrastruktur jalan yang rusak parah.

” Jika tepilih, tolong perhatikan pupuk, bibit dan pestisida. Mohon bangun Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten yang rusak itu pak. Susah kami keluarkan hasil pertanian. Biaya mahal dan harga murah karena jalan rusak, ” ujarnya.

Ruas Jalan Provinsi ini menghubungkan Kecamatan Sipirok, Arse, SD Hole, Aek Bilah dan terus ke Padanglawas Utara (Paluta). Faktanya, sekitar tiga tahun terakhir, jalan ini sangat memprihatinkan.

Tahun 2022 dan 2023 atau dengan sistem kontrak tahun jamak, pembangunan ruas jalan ini sudah dianggarkan Rp109 miliar dan untuk ruas jalan Provinsi Bulu Mario Sipirok – Marancar – Sipenggeng Rp17 miliar, sehingga berjumlah Rp126 miliar oleh Pemprov Sumut.

Lihat Juga : Bawaslu Asahan Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilihan dan Peluncuran IKP

” Namun karena kurangnya sinergi dan kolaborasi Pemkab Tapsel dengan Pemprovsu, ruas jalan tersebut tidak ada yang dikerjakan. Untuk  itu, manakala Bobby dan Gus diberi rakyat kepercayaan dan terpilih di Pilkada, kami titipkan pembangunan ruas jalan ini, ” sebutnya.

Sementara Ketua HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu mengaku telah mengidentifikasi masalah petani di Tapsel. Musim tanam tak dapat bibit unggul, butuh obat-orbatan tapi pestisida tidak ada. Saat akan memupuk, pupuknya langka dan jikapun ada maka harganya sangat mahal.

Kedaulatan pangan yang merupakan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo dan Gibran, diyakini akan mampu menjawab persoalan petani.

Mengenai kerusakan jalan, sebelum mengakhiri jabatan anggota DPR RI, telah menitipkan perbaikan Jalinsum Batu Jomba ke Kementerian PUPR melalui Komisi V DPR RI dan di tahun 2025 nanti pembangunan Jalan Nasional akan diperbaiki walaupun belum sepenuhnya tuntas.

Ketua Dewan Pembina Tani Makmur Sumut Bobby Afif Nasution, menyebut telah merancang-rancang perencanaan pembangunan yang fokus pada sektor pertanian dan infrastruktur. ” Ini bukan janji. Tetapi saya rasa, siapapun calon kepala daerahnya, sudah semestinya memperhatikan ini, ” sebut Bobby

Ditambahkannya, hingga kini, penjualan komoditi Tapsel belum terkoneksi dengan Pemko Medan. Padahal jika kolaborasi itu tercipta, Nilai Tukar Petani (NTP) Tapsel akan naik dan harga hasil pertaniannya tetap terjaga.

Baca Juga : Plt Wali Kota Binjai Minta ASN dan Non ASN Menjaga Netralitasnya

Ia bandingkan Pemko Medan yang punya jalan sepanjang 3.200 Kilometer, dengan APBD pertahunnya rata-rata Rp6 triliuan dan  Rp4 triliun di antaranya dialokasikan di Belanja Modal. Jalan di Medan bisa diperbaiki dan terpelihara. Sementara Jalan Provinsi di Sumut hanya sepanjang 3.000 Kilometer dengan APBD sebanyak Rp14 triliun.

Bobby berharap warga Tapsel khususnya dan Sumut umumnya, memilih kepala daerah yang tidak menyengsarakan rakyat. Kepala daerah yang tidak menjadi bahan ejekan dan yang tidak menjadi sasaran caci maki masyarakatnya.(Wan)

Editor : Indra Sikoembang

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya