Tuesday, October 13, 2026

Pamike, Inovasi Dinas Perikanan Tapsel untuk Penuhi Benih Ikan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terus berinovasi dalam menunjang kualitas dan kuantitas produksi perikanan di daerah, sebagai bagian dari menjaga ketersediaan pangan.

Salah satu program unggulan yang diterapkan adalah Pemijahan Ikan Keliling (Pamike). Lewat program ini, ketersediaan benih ikan, dapat terpenuhi. Sekaligus sangat relevan dalam menyongsong program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) nantinya.

- Advertisement -

Kepala Dinas Perikanan Daerah, Kabupaten Tapsel, Saiful Nasution melalui Ketua Tim Program Pamike Tapsel, Endang Lita Roito, Jum’at (31/1/2025) saat menggelar pemijahan ikan mas bersama Pokdakan Pauba Ma, Parausorat, Sipirok menyebut, seiring berjalannya waktu, kebutuhan ikan khususnya air tawar semakin hari semakin meningkat ditengah masyarakat. Karena itu, program pamike diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas benih ikan, sehingga berdampak pada peningkatan produksi perikanan daerah nantinya.

Baca Juga : Operasi Sukses, Satres Narkoba Polres Tapsel Tangkap Pelaku Pengedar Ganja di Desa Pargumbangan

“Bersama para PPL Perikanan yang ada, Pemkab Tapsel terus berupaya mendorong kualitas dan kuantitas produksi perikanan daerah, lewat program pamike ini,” ungkapnya.

Disebut, lewat program pemijahan atau perkawinan ikan tersebut, peran masyarakat juga sangat strategis, dan sehingga tercipta kelompok ataupun perorangan yang mampu menerapkan program secara mandiri.

“Dinas Perikanan Tapsel lewat program pamike ini sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus merangsang masyarakat, sehingga kedepan lahir kelompok maupun indivdu pengelola perikanan secara mandiri,” sebutnya.

Sementara itu, Koordinator penyuluh perikanan Kabupaten Tapsel, Isrotul Qiro menyebut, jenis pemijahan ikan tiga bagian. Yaitu, pemijahan alami, semi alami dan juga buatan. Diantara jenis tersebut, saat ini tim pamike Tapsel cenderung memakai metode semi alami.

“Sama seperti pemijahan alami. Hanya saja, kita memberi suntikan untuk merangsang proses pemijahan agar lebih cepat dan tepat. Namun, tentunya, sebelum proses pemijahan, terpenting lahan atau kolam pendederan harus dipersiapkan dengan baik,” terangnya sambil menjelaskan peluang usaha masyarakat dalam pemijahan ikan sangat baik.

“Satu indukan dengan berat 1 kilogram memiliki telur 60 hingga 100 ribu sekali bertelur. Saat proses pemijahan, totalnya bobot pejantan minimal 1,5 kilogram, walaupun terdiri dari beberapa ekor,” jelasnya.

Untul pemijahan di Pokdakan Pauba Ma, terangnya, indukan ada 3 ekor dengan bobot 4,5 kilogram dan penjantan berjumlah 15 ekor dengan bobot sekitar 13 kilogram.

“Prosesnya hanya 6 hingga 8 jam. Indukan dan pejantan harus diangkat setelah telur lengket di media ijuk yang kita siapkan. Sebab, ikan cenderung lapar usai proses pemijahan dan jika dibiarkan telurnyapun akan dimakan,” pungkasnya mengingatkan.

Hadir pada kegiatan itu, Penyuluh Perikanan Nopri Bangun Harahap dan M. Rifqi Al-arin Daulay.

Lihat Juga : Buka Konsultasi Publik KPBU APJ, Bobby Nasution: KPBU Solusi dan Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur

Ketua Pokdakan Pauba Ma, Ahmad Soleman menyebut, proses pemijahan yang diperagakan Dinas Perikanan Tapsel telah menambah pengetahuan dan pengalaman bagi kelompoknya. Tentu sangat bermanfaat untuk terus meningkatkan produksi perikanan kedepan.

“Terima kasih telah berbagi ilmu pengetahuan dengan kami. Pokdakan Pauba Ma akan semakin bersemangat. Mudah-mudahan hasil pemijahan kali ini sesuai harapan,” ungkapnya. (JT)

Editor : Indra Sikoembang

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya