Tuesday, October 13, 2026

Polri dan MUI Bahas Strategi Tata Kelola Kota Padangsidimpuan yang Islami

Baca Juga

Wartalive.co.id – Polres Padangsidimpuan, bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kota Padangsidimpuan, menggelar Sarasehan Ramadhan 1446 H di Kantor MUI Kota Padangsidimpuan, Jalan HT. Rizal Nurdin, Pal IV Pijorkoling, Kota Padangsidimpuan, Rabu (5/3/2025).

Acara yang  mengangkat tema ‘Telaah Tata Kelola Kota Modern dan Religius Menuju Padangsidimpuan yang MANTAP’, menghadirkan narasumber Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.Ag, Direktur Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL, Mantan Pj. Wali Kota Padangsidimpuan Dr. Sarmadan Hasibuan.

- Advertisement -

Acara juga dihadiri Ketua FKUB Kota Padangsidimpuan, H. Zulfadli Nasution, M.Pd, Ketua NU Kota Padangsidimpuan, H. Misbahuddin, SH dan Ketua MUI Kecamatan se Kota Padangsidimpuan, Ketua Panitia, Dr. Mukhlison Siregar, M.Ag, Kasat Binmas, AKP Sulaiman Rangkuti, KBO Sat Intelkam, Iptu Edi Sitompul, Anggota MUI Kota Padangsidimpuan, Perwakilan ormas Islam dari NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Muslimat NU, Aisyiyah serta para tokoh masyarakat dan personel Polres Padangsidimpuan.

Ketua Panitia Sarasehan Ramadhan 1446 H, Dr. Mukhlison Siregar, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk mM

engkaji konsep tata kelola kota yang berbasis nilai Islam, membangun sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mewujudkan Padangsidimpuan sebagai kota religius dan modern serta menghasilkan gagasan dan strategi konkret yang dapat diterapkan dalam kebijakan Kota.

” Sarasehan Ramadhan 1446 H ini bukan sekadar diskusi, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam merumuskan konsep tata kelola Kota Padangsidimpuan yang modern dan religius, ” ujar Dr. Mukhlison Siregar.

Sementara Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Wira Prayatna dalam paparannya menyoroti pentingnya identitas kota yang Islami, sebagaimana telah diterapkan di kota-kota besar seperti Istanbul dan Damaskus, yang tata kelolanya dipengaruhi oleh Al-Qur’an dan Hadis.

Kapolres juga memaparkan bahwa Polres Padangsidimpuan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya Kota Padangsidimpuan sebagai kota yang modern sekaligus religius.

beberapa poin utama yang disampaikan meliputi, Kota sebagai tempat ibadah serta pusat pengenalan nilai-nilai religi, standar keamanan dan keselamatan yang tinggi untuk warga kota.

Kemudian, lebersihan kota yang harus selalu terjaga, sarana dan prasarana jalan yang baik dan layak, prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan peran Polri dalam mewujudkan Kota religius dan modern.

” Polri siap mendukung setiap kebijakan yang bertujuan menjadikan Padangsidimpuan sebagai kota yang lebih baik, aman, religius dan modern, ” pungkasnya.

Sedangkan Ketua MUI Kota Padangsidimpuan Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.Ag, dalam paparannya menekankan pentingnya peran agama dalam tata kelola kota yang modern dan religius. 

Ia menyampaikan bahwa prinsip pembangunan kota harus selaras dengan nilai-nilai Islam agar masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang aman, damai dan sejahtera, ” katanya. 

Ia menegaskan bahwa Kota Padangsidimpuan memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang modern sekaligus religius, asalkan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.

” Kota yang maju bukan hanya dilihat dari infrastruktur fisiknya, tetapi juga dari kualitas akhlak dan keimanan warganya. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan Padangsidimpuan sebagai kota yang religius, modern, dan bermartabat, ” tuturnya.

Sementara Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL menjelaskan, dalam sejarah Islam, kota bukan hanya sebagai tempat hunian, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang mencerminkan nilai-nilai keIslaman. 

Menirutnya, dalam mewujudkan kota yang religius dan modern, harus ada sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat.

” Pemerintah harus menerapkan kebijakan yang berpihak pada nilai-nilai Islam dan kesejahteraan umat, sementara masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga moral dan etika sosial, ” tegasnya. 

Sebagai penutup, Ketua Panitia berharap bahwa hasil diskusi dalam Sarasehan Ramadhan ini dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah kota dan seluruh pihak terkait.(Lds)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya