Tuesday, October 13, 2026

Hari Kedua Pencarian Basarnas Terhadap Dua Korban Banjir Hilang di Padangsidimpuan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Hari kedua Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali menelusuri sungai untuk mencari dua orang yang dinyatakan hilang pada saat banjir terjadi Kamis, (13/3/2025). Penelusuran dimulai dari titik korban dinyatakan hilang Lingkungan IV Kelurahan Sihitang hingga menuju Bendungan Paya Sordang, Sungai Batang Angkola di Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Minggu (16/3/2025).

“Insya Allah kalau memungkinkan pencarian kita perluas hingga ke arah Sayur Matinggi (Aek Sijornih) Sungai Batang Angkola. Semoga kedua korban bisa kita temukan, ” ujar M. Rizal Rangkuti Komandan Pos Basarnas Mandailing Natal (Madina).

- Advertisement -

Basarnas Mandailing Natal ikut terlibat dalam pencarian korban banjir di Kota Padangsidimpuan atas laporan yang diterima Basarnas sendiri. Untuk kasus dua orang yang dinyatakan hilang baru di terima tim BPBD hari kedua setelah banjir terjadi. Itu akibat belum ada kesimpulan resmi dari keluarga atas kedua korban yang ternyata menginap di salah satu gubuk penjaga kolam (eks water boom) di Lingkungan IV Sihitang.

Baca Juga : Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Pelabuhan Belawan Gelar Patroli Skala Besar saat Sahur

“Ini hari ke dua pencarian melibatkan tiga tim perahu karet dengan jumlah personil puluhan orang, ” Cetus Rizal.

Kronologi dinyatakan Hilang

Kronologi dinyatakan hilangnya kedua korban bernama Ali Rasmin Hasibuan (47) dan Bangun Hutabarat (70) keduanya merupakan warga Sihitang di Lingkungan II, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

“Kita pastikan mereka ada menginap di gubuk kolam itu setelah adanya yang melihat mereka membeli rokok sekitar pukul 20.00 WIB sebelum kembali ke bawah tempat gubuk di maksud (Sebelum banjir datang) . Kemudian satu unit kendaraan roda dua yang masih berada di dekat gubuk tertimbun dengan tanah lumpur, ” ujar Lambok kelurga dari salah satu yang hilang.

Dia juga mengakui sempat telat satu hari melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Basarnas Tabagsel). Namun dengan telah dilaporkan kondisi ini semoga kedua korban hilang bisa ditemukan.

Lihat Juga : Curah Hujan Tinggi, Parapat Dilanda Banjir dan Longsor

Dia juga berharap pemerintah mau melakukan pencarian di dekat gubuk tempat mereka menginap karena ada tumpukan pasir dan tanah yang diduga bisa jadi korban tertimbun di area itu. “Kami juga berharap pencarian dapat dilakukan dengan mengkorek tumpukan pasir dan tanah siapa tau korban ada di area tesebut, ” katanya.

Sementara itu Siti Aisyah Aritonang Istri korban dinyatakan hilang (Ali Rasmin) hanya bisa pasrah suaminya diketahui menginap di gubuk itu dan dinyatakan hilang. Dia berharap suaminya dan temannya bisa ditemukan basarnas. “Semoga mereka dapat ditemukan. Saya Ikhlas walaupun suaminya sudah meninggal, ” katanya.(Tamrin)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya