Sunday, October 11, 2026

Memandikan Jenazah Kewajiban yang Kian Terlupa, Ini Tata Caranya!

Baca Juga

Wartalive.co.id – Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Ini adalah kepastian yang tak bisa ditunda atau ditawar. Dalam Islam, peristiwa kematian bukan hanya soal berakhirnya hidup di dunia, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan menuju akhirat. Karena itu, Islam sangat memperhatikan tata cara memperlakukan jenazah, agar ia kembali kepada Sang Pencipta dalam keadaan yang paling layak dan terhormat.

Salah satu kewajiban penting terhadap jenazah adalah memandikannya. Ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi bentuk penghormatan terakhir dari yang hidup kepada yang telah wafat. Hukum memandikan jenazah adalah fardu kifayah, artinya kewajiban yang cukup dilakukan oleh sebagian umat muslim, dan gugur bagi yang lain jika sudah ada yang melaksanakannya. Namun, jika tidak satu pun yang melakukannya, maka dosa ditanggung bersama oleh seluruh komunitas setempat. Ini menunjukkan betapa pentingnya amal ini dalam pandangan agama.

- Advertisement -

Sayangnya, kewajiban ini perlahan mulai dilupakan atau dianggap sepele. Banyak di antara kita yang tidak mengetahui cara atau bahkan tidak peduli, menyerahkan seluruhnya kepada segelintir orang yang biasa mengurus jenazah. Padahal, ada pahala besar dan kemuliaan tersendiri ketika kita dengan ikhlas ikut terlibat, apalagi jika itu adalah keluarga atau kerabat sendiri.

Baca Juga : Imunisasi sebagai Perlindungan Awal Anak dari Ancaman Penyakit

Proses memandikan jenazah tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada syarat, etika, dan tata cara yang harus diperhatikan. Tidak hanya memerlukan pengetahuan fiqih, tapi juga keikhlasan, kehati-hatian, dan rasa kasih sayang. Jenazah tetaplah manusia yang patut dihormati, auratnya dijaga, aibnya ditutup, dan tubuhnya diperlakukan dengan lembut. Bahkan, siapa yang memandikan jenazah harus orang yang amanah, salih, dan tahu adab dalam menjalankan tugas tersebut.

Masyarakat kita perlu menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam urusan kematian. Memandikan jenazah bukan hanya tanggung jawab ustaz atau modin, tapi menjadi bagian dari budaya Islam yang perlu dilestarikan oleh semua. Mengajarkan tata cara ini di madrasah, pengajian, atau pelatihan kemasyarakatan sangat penting agar generasi muda tidak asing dan takut ketika menghadapi realitas kematian.

Mari kita sadari bahwa memandikan jenazah adalah bentuk cinta terakhir yang bisa kita berikan kepada orang yang telah meninggalkan dunia. Ini bukan sekadar kewajiban, tapi juga bukti kepedulian, penghormatan, dan pengabdian kita sebagai sesama muslim.

Untuk memandikan jenazah sendiri ada syarat dan tata caranya loh sahabat.
Berikut beberapa syarat jenazah yang wajib dimandikan :

  1. Beragama Islam
  2. Ada bagian tubuhnya, meski sedikit yang bisa dimandikan
  3. Jenazah tidak mati syahid
  4. Bukan bayi yang meninggal karena keguguran
    Sementara untuk syarat orang yang memandikan jenazah adalah
  5. Orang muslim
  6. Berakal
  7. Baligh
  8. Jujur
  9. Shalih
  10. Terpercaya
  11. Tahu tata cara memandikan jenazah
  12. Mampu menutupi aib jenazah

Meski begitu, ternyata memandikan jenazah lebih utama dilakukan oleh sanak keluarga atau kerabat. Jika tidak mampu, barulah dilakukan oleh orang yang lebih paham fikih pelaksanaannya.

Saat akan memandikan jenazah, wajib bagi jenazah laki-laki dimandikan oleh laki-laki. Demikian juga jenazah wanita dimandikan oleh wanita. Kecuali jenazah tersebut adalah suami terhadap istrinya atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan wajibnya untuk menjaga aurat meskipun sudah meninggal dunia.
Tata Cara Memandikan Jenazah
Tahap Persiapan

  1. Siapkan ruangan tertutup
    Siapkan untuk memandikan jenazah agar tetap menjaga aurat jenazah, memiliki fasilitas yang diperlukan seperti air mengalir dan tempat pembuangan air.
  2. Alas untuk memandikan jenazah
    Usahakan alas pemandian agak miring ke arah kaki, agar air dari jasad bisa mengalir ke bawah dengan mudah
  3. Air secukupnya
  4. Sabun atau bahan pembersih yang lembut
  5. Handuk
  6. Sarung tangan untuk orang yang memandikan jenazah
  7. Kain kafan
  8. Wewangiaan
  9. Kapas
  10. Guntingan kuku
  11. Kapur barus
  12. Gulungan kain kecil-kecil (untuk membersihkan gigi dan hidung jenazah)
  13. Plester luka
    Jika di tubuh jenazah terdapat luka, plester terlebih dulu luka tersebut. Agar tidak ada darah yang mengalir dari lubang luka
    1. Kain untuk menutup aurat jenazah ketika dimandikan
      Cara Memandikan Jenazah
    2. Petugas atau orang yang memandikan jenazah menggunakan sarung tangan terlebih dahulu.
    3. Setelah berniat, periksa terlebih dahulu kuku jenazah. Apabila panjang, hendaknya dipotong hingga memiliki ukuran panjang yang normal. Apabila ada luka, ditutup terlebih dahulu
    4. Kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk, lalu perutnya ditekan agar kotoran keluar semua.
    5. Selanjutnya siram seluruh tubuh jenazah hingga kotoran yang keluar dari dalam perut tidak ada yang menempel di tubuh jenazah.
    6. Setelah itu, bersihkan qubul (kemaluan depan) dan dubur (kemaluan belakang) jenazah agar tidak ada kotoran yang menempel di sekitar bagian tersebut.
    7. Setelah mengeluarkan kotoran dari dalam perut, langkah selanjutnya ialah membasuh jenazah. Ini dimulai dari anggota tubuh sebelah kanan, mulai dari kepala, leher, dada, perut, paha sampai kaki paling ujung.
    8. Saat membasuh jenazah, sambil dituangkan air ke tubuh jenazah, bagian tubuh jenazah juga digosok dengan menggunakan sarung tangan atau kain handuk yang halus
    9. Pastikan saat menggosok badan jenazah, tidak dilakukan dengan kasar atau keras, melainkan dengan lembut.
    10. Memandikan jenazah boleh dilakukan lebih dari satu kali, tergantung kebutuhan dan kebersihan yang terasa.
    11. Setelah jenazah dimandikan, kemudian petugas ‘mewudhui’ jenazah tersebut sebagaimana wudhu yang biasa dilakukan sebelum salat. Namun, petugas tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut jenazah, tetapi cukup membasahi jari yang dibungkus dengan kain atau sarung tangan, lalu digunakan untuk membersihkan bibir jenazah, menggosok gigi dan kedua lubang hidung jenazah hingga bersih.
    12. Selanjutnya, petugas menyela jenggot dan mencuci rambut jenazah menggunakan air perasan daun bidara/kapur barus/wewangian, lalu sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur tubuh jenazah.
    13. Setelah proses pemandian jenazah selesai dilakukan, jenazah dikeringkan dengan handuk. Sampai sini, proses pemandian jenazah sudah selesai dan langkah selanjutnya ialah mengkafani jenazah. (Opini WL)
    Warta Terbaru

    Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

    Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

    Artikel Menarik Lainnya