Tuesday, October 13, 2026

Pelajar di Sidimpuan Dilecehkan Sopir Travel, Lembaga Burangir Kirim Surat Somasi Kepada Pelaku

Baca Juga

Wartalive.co.id – Salah satu pelajar dari Kota Padangsidimpuan, sebut saja Melati berusia 18 tahun, mengalami nasib malang akibat dugaan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh seorang sopir Travel bernama AN.

Keluarga korban telah meminta bantuan dari Lembaga Burangir, yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak-anak, untuk menangani kasus ini. Permintaan bantuan tersebut disampaikan pada Jumat (02/05/2025).

- Advertisement -

Ayah korban, HH (52), menjelaskan bahwa kejadian tragis yang menimpa anaknya terjadi ketika Melati akan berangkat ke Padang dengan menggunakan jasa Travel di Padangsidimpuan pada Kamis (24/04/2025) yang lalu.

Baca Juga : Tertangkap Basah Curi Sawit 35 Kg, Pelaku Diamankan Polsek Batang Toru

“Anak kami (Melati), menumpangi salah satu angkutan Travel menuju Padang dengan tujuan mengikuti ujian UTBK,” jelas HH.

Menurut HH, ketika sedang dalam perjalanan, terdapat dugaan bahwa sopir Travel dengan inisial AN melakukan pelecehan terhadap Melati yang sedang tertidur. Dugaan tersebut mengindikasikan bahwa tindakan tidak senonoh tersebut telah direncanakan oleh AN sejak awal.

“Sebab, si pelaku (AN) ini menyuruh anak kami duduk di kursi depan di samping supir, karena alasan di belakang banyak laki-laki. Awalnya, anak kami tidak merasa curiga sehingga mengiyakan permintaan si pelaku,” imbuh HH.

Saat dalam perjalanan, HH mengungkapkan bahwa Melati mulai merasa curiga dan tidak nyaman ketika supir tersebut mendekatkan siku tangannya ke bagian vitalnya. Kejadian mencapai puncaknya ketika Melati terbangun dari tidurnya dan merasakan tangan supir tersebut di bagian vitalnya.

Setelah tiba di loket Padang, Melati menceritakan kejadian tersebut kepada teman dan keluarganya. Namun, karena jarak yang jauh, keluarganya hanya bisa menenangkannya. Tak lama kemudian, seseorang menghubungi Melati dan meminta agar ia datang ke loket.

Kemudian, menurut HH, orang tersebut berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Melati. Saat itu, Melati ingin menghubungi keluarganya, namun tidak diizinkan. Akhirnya, dengan terpaksa Melati menerima perdamaian yang ditawarkan.

Dengan kejadian ini, HH merasa sangat keberatan. Dia meminta agar Direksi Travel bertanggungjawab atas kasus tersebut. HH menyatakan bahwa anaknya telah membeli tiket ke Loket secara resmi dan seharusnya Direksi bertindak dengan itikad baik serta bertanggungjawab atas hal tersebut.

Lihat Juga : Petani di Paluta Dikeroyok Gara-gara Langsat, Polsek Padang Bolak Beri Mediasi

“Kami membeli tiket resmi dari Loket. Mestinya, ada pertanggungjawaban dari mereka atas kasus yang menimpa anak saya, bukan malah menutupinya seperti ini,” kesal HH.

Junius dari Divisi Advokasi Lembaga Burangir memberikan tanggapan terhadap laporan ini kepada wartawan pada hari Selasa (06/05/2025) sore. Dia mengakui bahwa pihaknya telah mengirimkan surat somasi ke Kantor Manajemen Mobil Travel tersebut dan merasa sangat menyesal atas kejadian ini.

“Seharusnya, setiap penumpang mendapatkan perlindungan dari hal-hal bejat seperti itu bukan malah sebaliknya. Kami menunggu itikad baik dan pertanggungjawaban dari pihak Manajemennya,” tegas Junius.(Tamrin)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya