Tuesday, October 13, 2026

Wagub Sumut Buka Dialog Perlindungan Hutan Batangtoru: Pokja Resmi Dibentuk

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan melindungi kawasan hutan Batangtoru yang memiliki nilai ekologis tinggi. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Surya, saat membuka secara resmi Dialog Para Pihak dan Sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan dan Pengelolaan Terpadu Ekosistem Batangtoru di Hotel Santika Medan, Selasa (24/6/2025).

Surya menekankan bahwa Ekosistem Batangtoru merupakan anugerah luar biasa karena menyimpan keanekaragaman hayati yang langka, termasuk Harimau Sumatera, Rangkong, Beruang, dan Orangutan Tapanuli yang baru diidentifikasi pada 2017.

- Advertisement -

“Ini bukan hanya soal hutan, tapi juga soal kehidupan masyarakat, air bersih, udara sehat, pangan, hingga obat-obatan alami. Ekosistem Batangtoru adalah warisan hidup yang tak ternilai,” ujar Surya.

Baca Juga : PGRI Samosir Resmi Dilantik, Wabup Ajak Bersinergi Bangun Pendidikan Berkualitas

Hutan tropis ini terbentang di empat wilayah, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga. Selain penting secara ekologis, kawasan ini juga dijaga oleh masyarakat secara turun-temurun melalui kearifan lokal.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Sumut telah menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 188.44/156/KPTS/2025 tentang Pembentukan Pokja Perlindungan Terpadu Ekosistem Batangtoru. Pokja ini akan menjadi wadah koordinasi antar pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, swasta, dan mitra pembangunan.

“Pokja ini bertugas mengkaji, merencanakan, dan mengawasi seluruh upaya perlindungan kawasan Batangtoru. Ini bagian dari visi kita mewujudkan Sumut yang unggul, maju, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Surya juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara Pemprov dan pemerintah daerah dalam penyusunan tata ruang dan pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak mitra pembangunan untuk terlibat aktif memberikan kajian, rekomendasi, serta mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis alam.

“Kepada Tim Pokja, saya minta agar segera menyusun rencana aksi lintas sektor dan menjadikan forum ini sebagai rumah bersama untuk melindungi Batangtoru sebagai warisan generasi mendatang,” tegasnya.

Lihat Juga : Pererat Sinergi, Polres Samosir Adakan Senam dan Jalan Santai Jelang Hari Bhayangkara

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Yuliani Siregar, menambahkan bahwa keberadaan Pokja akan mendorong komitmen semua pihak, termasuk perusahaan, agar lebih bertanggung jawab terhadap perlindungan kawasan.

Dialog tersebut dihadiri oleh Guru Besar UMSU Prof Sabrina, perwakilan empat pemerintah daerah di kawasan Batangtoru, organisasi masyarakat sipil, dan pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan hutan tersebut.(Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya