Monday, October 12, 2026

Melihat Sumut Secara Utuh, Dari Stabat ke Natal, Dari Nias ke Tapanuli

Baca Juga

Wartalive.co.id – Provinsi Sumatera Utara bukan hanya Danau Toba dan Medan saja. Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar 76.000 kilometer persegi, lebih luas dari gabungan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang hanya sekitar 66.000 kilometer persegi.

Jarak dari Stabat di Kabupaten Langkat (pantai timur) hingga Natal di Mandailing Natal (pantai barat) mencapai 594 kilometer, lebih jauh dari Jakarta ke Yogyakarta yang hanya 576 kilometer.

- Advertisement -

Provinsi ini terdiri dari 33 Kabupaten/Kota yang terbagi dalam beberapa wilayah strategis yang memiliki karakteristik geografis, sosial dan ekonomi yang sangat beragam. Wilayah-wilayah tersebut di antaranya, Kawasan Metropolitan Medan meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Sergai, Kabupaten Batubara dan Kota Pematang Siantar, dengan pusatnya di Medan.

Baca Juga : Bupati Saipullah Dorong Penguatan Stamina dan Teknik Tim U-15

Kawasan Pantai Timur meliputi Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan) dengan pusatnya di Rantau Prapat.

Kawasan Wilayah Toba meliputi Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan pusat di Balige.

Kawasan Pantai Barat meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Kabupaten Padanglawas (Palas), Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dengan pusat di Padangsidimpuan, serta Kawasan Wilayah Kepulauan Nias yang terpusat di Gunung Sitoli.

Pembagian wilayah ini bukan hanya administratif, tapi berdasarkan realitas geografis dan jarak tempuh yang wajar antar wilayah. Oleh karena itu, kebijakan yang dibuat pemerintah pusat, terutama kementerian terkait, harus memperhitungkan kondisi ini secara menyeluruh.

Aktivis yang juga Pemerhati Sosial Masyarakat Tabagsel Halomoan Harahap mengatakan, selama ini, fokus pembangunan dan perhatian seringkali terpusat pada Danau Toba dan Medan. Padahal, Sumut bukan hanya tentang destinasi wisata atau ibu kota Provinsi. Wilayah seperti Pantai Barat, Labuhanbatu Raya, maupun Kepulauan Nias, yang memiliki kebutuhan yang berbeda dan sama pentingnya.

Sebagai contoh, kebutuhan rumah sakit rujukan di luar Medan sudah sangat mendesak. Saat ini, Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik di Medan menjadi rujukan utama, namun jaraknya sangat jauh dari wilayah seperti Panyabungan di Madina atau Sibolga.

” Untuk penanganan medis darurat seperti operasi bayi, cuci darah, stroke, hingga serangan jantung, keterlambatan akibat jarak dapat berujung fatal, ” ujar Halomoan Harahap, Senin (28/7/2025)

Hal serupa juga berlaku dalam hal pendidikan tinggi. Sumatera Utara sangat membutuhkan kehadiran Politeknik atau Perguruan Tinggi Negeri di berbagai wilayah. Bukan hanya untuk mendekatkan akses pendidikan, tetapi juga untuk menyesuaikan dengan potensi lokal seperti, Politeknik Pariwisata di Balige di wilayah Toba, Politeknik Perikanan dan Kelautan di Sibolga.

Kemudian, Politeknik Perkebunan Sawit dan Karet di Rantau Prapat, Politeknik Pertanian dan Hortikultura di Padangsidimpuan, Politeknik Pertambangan di Tapsel dan Politeknik Kopi dan Pertanian di Sidikalang Kabupaten Dairi.

” Program Sekolah Rakyat yang sudah mulai digagas pemerintah pusat juga sebaiknya dibangun di pusat-pusat wilayah seperti Medan, Nias, Balige, Rantau Prapat dan Padangsidimpuan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, ” ungkapnya.

Tidak kalah penting, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan rel kereta api lintas wilayah sangat mendesak. Konektivitas yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah, membuka pasar, mendekatkan SDM dan modal, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Konektivitas ini juga menjadi kunci sinergisitas antar daerah di Sumit

Penerbangan langsung dari Jakarta ke wilayah strategis seperti Gunung Sitoli, Sibolga dan Padangsidimpuan juga perlu dibuka untuk mendukung mobilitas dan mempercepat respons kebijakan dari pusat ke daerah.

Lihat Juga : Infrastruktur Jalan dan Fasilitas Publik di Pakpak Bharat Jadi Fokus Bantuan Pemprov Sumut

” Pemerintah pusat perlu melihat Sumut secara utuh dan komprehensif. Seperti yang sering disampaikan Presiden terpilih Prabowo Subianto, kini bukan lagi waktunya hanya berdiskusi,tetapi saatnya eksekusi, ” tegasnya.

Sumut adalah Provinsi luas dan majemuk. Maka setiap keputusan pembangunan harus berlandaskan pada pemahaman utuh terhadap keragaman wilayah, etnis, budaya dan tantangan lokal masing-masing.

” Saatnya Jakarta membuka mata lebih lebar, Sumut bukan hanya Danau Toba dan Kota Medan saja. Tapi lebih dari itu, Sumut perlu di koneksitaskan, ” ucapnya. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya