Wartalive.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi dengan memberikan kepastian hukum atas tanah serta mendorong Reforma Agraria.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta, kemarin.
Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, serta sejumlah Wakil Menteri Kabinet Merah Putih.
Baca Juga : Pasca Kongres dan Program Prioritas, PWI Asahan Audiensi dengan Bupati
Dalam kesempatan itu, Wamen Ossy turut didampingi Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Adjie Arifuddin.
“ Kementerian ATR/BPN memiliki peran penting dalam pembangunan di kawasan transmigrasi, melalui program strategis, yaitu sertifikasi tanah transmigrasi dan Reforma Agraria, ” ujar Wamen Ossy di hadapan 2.000 akademisi peserta Ekspedisi Patriot Transmigrasi.
Menurutnya, sertifikasi tanah bagi transmigran merupakan langkah mendasar agar program transmigrasi berjalan efektif. Tanah menjadi modal utama dalam kehidupan sehari-hari sekaligus kunci peningkatan kesejahteraan.
“ Kementerian ATR/BPN akan terus memastikan bahwa setiap transmigran memperoleh sertifikat tanah yang sah, ” tegasnya.
Selain sertifikasi tanah, dukungan ATR/BPN diwujudkan melalui Reforma Agraria, khususnya pada aspek Penataan Akses. Dengan demikian katanya, setelah memiliki tanah bersertifikat, para transmigran dapat memperoleh akses permodalan, pasar, pendampingan usaha, hingga teknologi pertanian dan perkebunan modern.
Lihat Juga : Cetak Pelatih dan Atlet Hebat, Ketua KONI Tapsel Beri Kuliah Umum ke Mahasiswa Baru IPTS
“ Kita ingin Reforma Agraria memastikan tanah yang dimiliki benar-benar dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Jangan sampai sertifikat tanah hanya dijual kembali, sehingga masyarakat kehilangan sumber kehidupannya, ” tambah Ossy.
Usai sesi pembekalan, acara dilanjutkan dengan pelepasan 2.000 akademisi yang tergabung dalam Ekspedisi Patriot Transmigrasi. Mereka akan diterjunkan sebagai tim advance untuk melakukan riset serta pemetaan potensi ekonomi di 154 titik kawasan transmigrasi. (Wan/LB)

