Sunday, October 11, 2026

Produksi Sabut Kelapa Asahan Tembus Pasar Ekspor Cina

Baca Juga

Asahan, Wartalive.co.id -Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas keberhasilan produksi sabut kelapa PT Hijau Surya Biotechindo yang kini telah menembus pasar ekspor hingga ke negara Cina. Bahkan saat ini, produk sabut kelapa tersebut tengah dalam proses pengiriman ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Bupati Asahan kepada wartawan saat mengunjungi Pabrik Pengelolahan Sabut Kelapa PT Hijau Surya Biotechindo Desa Air Joman Baru Kecamatan Air Joman, Kamis (12/02/2026).

- Advertisement -

Bupati mengatakan, Kabupaten Asahan memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa. Tercatat, lebih kurang 20.000 hektare tanaman kelapa tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Silau Laut, Air Joman, Tanjung Balai, Sei Kepayang, Sei Kepayang Timur dan Sei Kepayang Barat.

“Produksi sabut kelapa ini sudah diekspor sampai ke negara Cina dan saat ini sedang dalam proses pengiriman. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Asahan,” ujarnya.

Melihat potensi bahan baku yang melimpah, Bupati berharap PT Hijau Surya Biotechindo dapat terus meningkatkan kapasitas produksi sabut kelapa agar jumlah ekspor semakin bertambah dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga : Reforma Agraria Dorong Ekspor Gula Semut Kulon Progo

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus menyuport dan mendukung PT Hijau Surya Biotechindo dalam pengelolaan sabut kelapa agar dapat berkembang secara berkelanjutan, mengingat sumber daya alamnya tersedia di Kabupaten Asahan.

Di kesempatan ini Pimpinan PT Hijau Surya Biotechindo, Budi Chandra, mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Asahan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan operasional perusahaan dalam pengelolaan sabut kelapa di daerah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Asahan yang telah mensuport dan mendukung PT Hijau Surya Biotechindo,” ujar Budi Chandra.

Lanjut Baca : KKSU 2025 Dorong UMKM dan Fesyen Sumut Tembus Pasar Ekspor

Ia menjelaskan, ide pengelolaan sabut kelapa bermula dari keprihatinan melihat banyaknya sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah dan kurang dimanfaatkan secara maksimal. Dari kondisi tersebut, pihaknya berinisiatif mengolah sabut kelapa menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi seperti media tanam, jok mobil, tempat tidur, hingga keset kaki.

Dengan berdirinya pabrik PT Hijau Surya Biotechindo di Kabupaten Asahan, Budi Chandra mengatakan bahwa perusahaan turut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.

“Dengan adanya pabrik ini, kita dapat menyerap tenaga kerja yang merupakan warga sekitar,” pungkasnya. (Harpen).

Kasus Ekspor CPO: Wilmar Lunasi Tuntutan, Dua Grup Lain Masih Ditunggu

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya