Tuesday, October 13, 2026

Pedagang Baju Bertahan Jualan Langsung di Tengah Tren Belanja Online

Baca Juga

Wartalive.co.id – Menjelang Lebaran, aktivitas jual beli pakaian mulai meningkat di sejumlah toko baju. Rak-rak yang berisi gamis, baju koko, hingga pakaian anak terlihat lebih ramai dari hari-hari biasa. Kondisi ini menandakan mulai naiknya minat masyarakat untuk membeli pakaian baru menyambut Hari Raya, (2/3/2026)

Di tengah maraknya belanja melalui online shop, sebagian pedagang baju offline memilih tetap bertahan dengan sistem penjualan langsung di toko. Mereka menilai, persaingan usaha tidak selalu harus dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari dinamika perdagangan.

- Advertisement -

Seorang penjual baju di Pasar Baru, Mandailing Natal, mengungkapkan bahwa meningkatnya tren belanja online tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi pedagang toko fisik. Menurutnya, hasil penjualan sangat bergantung pada rezeki masing-masing.

Baca Juga : Tanggul Jebol di Huraba, Ratusan Hektare Sawah Terendam

“Kalau menurut saya, semua kembali ke rezeki masing-masing. Mau jualan di toko atau online, hasilnya sudah ada yang atur,” ujar Rozi.

Ia menjelaskan bahwa dirinya pernah mencoba berjualan melalui online shop. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya lebih memilih fokus berjualan secara langsung di toko. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah pengembalian barang oleh pembeli.

“Saya pernah jualan online juga. Tapi sering barang dikembalikan. Padahal ongkos kirim sudah keluar, belum lagi biaya packing. Itu semua dari uang kita sendiri,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kerugian tersendiri, terutama bagi pedagang kecil dengan modal terbatas. Ia menyebut, meski ada sistem pengembalian barang, biaya pengiriman yang sudah dikeluarkan tetap harus ditanggung oleh penjual.

Berbeda dengan penjualan langsung di toko, pembeli bisa melihat kualitas barang, memilih ukuran, dan mencoba pakaian sebelum melakukan transaksi. Hal ini dinilai dapat mengurangi risiko komplain maupun pengembalian barang.

Lihat Juga : Sampah Menumpuk di Pinggir Sungai Jembatan Jalan Lintas Timur, Warga Keluhkan Pencemaran

“Kalau beli langsung di toko, pembeli bisa lihat dan coba dulu. Jadi jarang ada komplain setelah dibeli. Pembeli juga lebih yakin dengan barangnya,” ucapnya.

Selain itu, interaksi langsung antara penjual dan pembeli dianggap memberikan kepercayaan lebih. Penjual bisa menjelaskan bahan, ukuran, dan model pakaian secara langsung, sementara pembeli bisa memastikan barang sesuai dengan kebutuhan mereka untuk Lebaran.

Meski tren belanja online terus berkembang, ia tidak menganggapnya sebagai ancaman utama. Ia menilai, setiap sistem penjualan memiliki pasar masing-masing.

“Online shop ada pembelinya, toko juga ada pelanggannya. Yang penting kita tetap usaha, jujur sama pembeli, dan sabar,” tuturnya.

Menjelang Lebaran, ia berharap penjualan di tokonya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pembeli yang datang langsung. Ia juga tetap optimistis bahwa toko fisik masih memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang ingin memastikan kualitas dan ukuran pakaian sebelum membeli.

Ia menambahkan, meski tidak menutup kemungkinan kembali mencoba berjualan secara online, saat ini fokus utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli yang datang langsung ke toko.

“Kalau rezeki ada jalannya, insyaallah pasti ada pembeli. Yang penting kita terus usaha,” pungkasnya. (Sry)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya