Monday, October 12, 2026

Pemko Padangsidimpuan Gelar GPM Redam Inflasi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan bersama Bank Indonesia (BI) dan Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, berlangsung di Alaman Bolak Kota Padangsidimpuan, Senin (2/3/2026).

Gerakan Pangan Murah yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya konkret pengendalian inflasi daerah, yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga kerap memicu lonjakan harga sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula dan cabai.

- Advertisement -

Gerakan Pangan Murah, pemerintah menghadirkan berbagai komoditas dengan harga di bawah pasar, di antaranya minyakita Rp15.700 per liter, beras SPHP Rp59.000 per sak, gula pasir Rp17.000 per kilogram, telur ayam harga peternak, tepung terigu Rp8.000 per kilogram, tepung beras Rp7.500 per bungkus, ikan sarden Rp8.500 per kaleng, bawang merah Rp34.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, serta cabai merah harga petani.

Baca Juga : Paket Habis Bukan Halangan, Sumut WiFi Bantu Pekerja Lapangan Tetap Produktif

Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan H. Rahmat Marzuki Nasution yang membuka kegiatan tersebut menyatakan, intervensi harga ini dinilai efektif untuk meredam gejolak pasar sekaligus memperkuat ekspektasi masyarakat bahwa pemerintah mampu menjaga kestabilan harga.

” Dengan suplai langsung dari distributor dan produsen, rantai distribusi dipangkas sehingga disparitas harga dapat ditekan, ” ujar Rahmat.

Sekda Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Nasution menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga terkendali.

“ Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BI dan Perum Bulog serta seluruh stakeholder, kita berupaya memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap stabil. Ini langkah konkret dalam menjaga inflasi daerah, ” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan semu di pasar.

“ Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying, karena stok kita aman dan terjamin, ” tegasnya.

Sementara itu, pihak Bulog menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan distribusi komoditas berjalan lancar dan harga tetap terkendali, khususnya pada komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi.

Lihat Juga : Pedagang Baju Bertahan Jualan Langsung di Tengah Tren Belanja Online

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, Ir. Chairunnisa Daulay, menambahkan, Gerakan Pangan Murah akan kembali digelar dua kali selama bulan Ramadan, masing-masing di Pasar Saroha Padangmatinggi dan Alaman Bolak.

Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga tren inflasi tetap stabil sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

” Dengan sinergi lintas sektor dan intervensi pasar yang terukur, Pemko Padangsidimpuan optimistis stabilitas harga dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap kuat dan inflasi daerah terkendali menjelang HBKN 2026, ” ungkapnya. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya