Wartalive.co.id – Memasuki hari pertama kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar apel pagi gabungan di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati, Sipirok, pada Rabu (25/03/2026).
​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menggarisbawahi sejumlah agenda krusial, terutama terkait pemulihan daerah pasca-bencana dan optimalisasi penyerapan anggaran
Dalam arahannya, Bupati mengungkapkan bahwa Tapanuli Selatan tengah menghadapi periode yang menantang akibat dampak bencana alam yang terjadi pada November tahun lalu, ditambah dengan dinamika geopolitik global yang memengaruhi kebijakan daerah.
Baca Juga : Akses Jembatan Kayu Jadi Jalur Wisatawan Menuju Mata Air Aek Sijorni
​”Percepatan program pembangunan adalah prioritas utama. Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang sempat mengalami pemotongan kini mulai dikembalikan secara bertahap. Kita harus memanfaatkannya secara optimal,” tegas Gus Irawan
Beliau juga memperingatkan jajarannya agar tidak lambat dalam mengeksekusi program. Menurutnya, ketidaksiapan dalam menggunakan dana transfer dapat berisiko pada tidak terealisasinya transfer tahap berikutnya. Oleh karena itu, skala prioritas yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat harus didahulukan
Berdasarkan laporan Komandan Apel, Aidil Siregar, tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama kerja ini cukup tinggi. Dari total 1.488 ASN, tercatat sebanyak 1.304 pegawai hadir secara fisik
​Adapun rincian ketidakhadiran lainnya meliputi:
- ​Izin: 54 orang
- ​Sakit: 21 orang
- ​Cuti: 9 orang
- ​Tugas Luar: 59 orang
- ​Tanpa Keterangan (Alpha): 126 orang
Kegiatan apel ini ditutup dengan sesi bersalam-salaman sebagai bentuk penguatan tali silaturahmi di momen Idul Fitri. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tapsel.
​Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap seluruh elemen pemerintahan dapat bekerja lebih cepat dan adaptif, termasuk rencana penyesuaian aturan Work From Home (WFH) yang akan disesuaikan dengan kebutuhan kedinasan mendatang. (Asrif)

