Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung kondisi sempadan sungai sekaligus menemui warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah, (14/4/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan rekonstruksi tanggul serta rehabilitasi permukiman warga. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur bersama rombongan melihat rencana pembangunan bronjong dengan sistem sheet pile beton yang sebelumnya hancur akibat terjangan banjir. Kerusakan tersebut menyebabkan longsor hingga merusak sejumlah rumah warga di sekitar aliran sungai.
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi Sungai Panjaitan yang merupakan hilir pertemuan Sungai Siaili Tukka dan Sungai Aek Tolang, serta Sungai Aek Sibuluan di Kecamatan Pandan. Kedua titik ini diketahui mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian tikungan sungai.
Baca Juga : Banjir Surut, Satpol PP Padangsidimpuan Sigap Bersihkan Permukiman Warga
“Arus air yang deras menghantam bronjong hingga tanah ambles. Bahkan puluhan meter daratan kini berubah menjadi aliran sungai,” ujar Bobby Nasution di sela peninjauan.
Selain pembangunan tanggul, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyiapkan solusi bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Gubernur menegaskan, pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan di wilayah kewenangan provinsi.
“Kalau memungkinkan ada lahan pengganti, kita bebaskan lahannya dan bangun rumah warga sampai selesai. Sementara lahan lama, kami harapkan bisa direlakan untuk pembangunan sheet pile,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Gibson Panjaitan, menjelaskan bahwa pembangunan bronjong akan menggunakan sistem pasak bumi agar lebih kokoh dan mampu menahan arus sungai.
Ia mengungkapkan, kendala utama saat ini adalah kondisi permukiman yang padat serta perlunya persetujuan warga terdampak agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.
“Pak Gubernur sudah turun langsung meminta dukungan masyarakat. Ini penting agar pengerjaan tidak terkendala di lapangan,” ujarnya.
Gibson menambahkan, pekerjaan awal seperti pengerukan dasar sungai yang mengalami sedimentasi telah dilakukan menggunakan alat berat. Pembangunan bronjong ditargetkan mulai pada Mei hingga paling lambat Juni 2026.
Lihat Juga : BAPENDA, Sat Lantas dan Jasa Raharja Kota Padangsidimpuan Razia PKB Disertai Sosialisasi Gebyar Pajak 2026
“Target kita paling lama Juni sudah mulai. Kalau kendala bisa diatasi, pengerjaan bisa lebih cepat,” katanya.
Panjang bronjong yang akan dibangun diperkirakan mencapai 400 hingga 600 meter di setiap titik, dengan penentuan berdasarkan skala prioritas wilayah yang berisiko tinggi terdampak banjir.
Pemerintah berharap, dengan percepatan rekonstruksi ini, risiko banjir serupa dapat diminimalisir serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di kawasan sempadan sungai.(Sry)
Sumber : Fb Bobby Nasution

