Wartalive.co.id – Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, menunjukkan pola yang hampir seragam setiap pekannya. Berdasarkan pantauan di lapangan (17/4), pasar mingguan ini mencapai puncak keramaian pada pagi hingga menjelang siang hari.
Sejak pukul 07.00 WIB, pengunjung mulai memadati area pasar. Arus masyarakat yang datang terus meningkat hingga sekitar pukul 11.00 WIB, menjadikan waktu tersebut sebagai periode paling sibuk. Berbagai kebutuhan rumah tangga, hasil pertanian, hingga jajanan tradisional laris diburu pembeli, sementara aktivitas tawar-menawar berlangsung ramai di setiap sudut pasar
Pasar Tradisional Sigalangan menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi warga Batang Angkola. Pedagang yang datang tidak hanya dari desa sekitar, tetapi juga dari wilayah lain, membawa beragam komoditas untuk diperdagangkan.
Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan Komit Kawal Dana TKD Pascabencana 2026
Memasuki siang hari, suasana pasar mulai berubah. Intensitas pengunjung perlahan menurun setelah pukul 12.00 WIB. Bahkan, pada rentang pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, kondisi pasar terlihat jauh lebih lengang. Sejumlah pedagang mulai membereskan dagangan mereka, menandai berakhirnya aktivitas utama pasar hari itu.
Tika Harahap, salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa waktu pagi menjadi penentu utama pendapatan. “Kalau dari pagi sampai jam 11 itu paling ramai. Lewat itu, pembeli sudah berkurang,” ujarnya
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar mingguan memiliki ritme aktivitas yang jelas. Pagi hari menjadi puncak transaksi ekonomi, sementara siang hingga sore hari menjadi fase penurunan hingga penutupan aktivitas.
Keberadaan Pasar Tradisional Sigalangan sendiri tidak hanya berfungsi sebagai pusat jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat, tempat warga bertemu, berkomunikasi, dan menjaga tradisi pasar yang telah berlangsung turun-temurun (Asrif)

