Sunday, October 11, 2026

Operasi Tambang Sempat Dihentikan, Patroli Hutan Bentukan Agincourt Resources Tetap Jalan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Meski sempat terjadi penghentian sementara operasi tambang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), PT Agincourt Resources (PTAR) memastikan kegiatan patroli hutan di kawasan Ekosistem Batangtoru tetap berjalan.

Patroli ini dilakukan setiap hari menggunakan sistem SMART Patrol di Area Konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala, Kecamatan Batangtoru.

- Advertisement -

Melalui sistem berbasis digital tersebut, tim patroli mencatat berbagai temuan lapangan, mulai dari keberadaan satwa liar, kondisi vegetasi, hingga potensi gangguan terhadap ekosistem.

Petugas juga dibekali peta digital melalui telepon pintar untuk memudahkan navigasi selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga : Dorong UMKM Naik Kelas, Alfamidi & KADIN Gelar Sosialisasi Manajemen Ritel di Padangsidimpuan

Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR, Syaiful Anwar, mengatakan penggunaan SMART Patrol membantu meningkatkan efektivitas pengumpulan data dan pelaporan hasil patroli.

“ Melalui sistem ini, tim patroli dapat lebih mudah mengumpulkan data dan menyusun laporan hasil patroli sehingga efektivitas penindakan pun meningkat, ” ujar Syaiful Anwar, Selasa (28/4/2026)

Ada sebanyak 14 orang direkrut dalam tim patroli tersebut, termasuk empat mantan pemburu ilegal yang sebelumnya aktif di sekitar area operasi Tambang Emas Martabe, salah satunya adalah Moniter Lauli, warga Batangtoru.

Menurut Syaiful, keterlibatan mantan pemburu menjadi nilai tambah karena mereka memiliki pemahaman mendalam terkait medan dan pola perburuan liar di kawasan hutan.

“ Karena berasal dari masyarakat lokal dan memahami area, tim patroli diharapkan lebih mampu menjaga wilayah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk perburuan liar, ” katanya.

Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya konservasi PTAR yang lebih luas di kawasan Batangtoru.

Program tersebut juga mencakup pengelolaan stasiun riset yang dipercayakan kepada Pusat Riset Primata Universitas Nasional (UNAS).

Stasiun riset tersebut memantau area preservasi seluas 1.985,47 hektare, dengan fokus pengawasan aktif pada 1.258 hektare yang meliputi blok Ulu Ala, Baringin, Hutamusu, Partudungan, dan Horas.

Dari hasil pemantauan, tim riset telah mengidentifikasi sejumlah individu orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) di kawasan tersebut.

Selain itu, kamera jebak juga digunakan untuk mendokumentasikan berbagai satwa dilindungi lainnya, termasuk tapir.

Lihat Juga : BWI Sumut Tegaskan Penggantian Nazir yang Meninggal Kewenangan Badan Kenazhiran

“ Data yang dikumpulkan diharapkan menjadi rujukan strategis dalam pengambilan kebijakan, baik oleh PTAR maupun pemerintah, guna memastikan keberlanjutan keanekaragaman hayati di Ekosistem Batangtoru, ” tutup Syaiful.

Sementara Moniter mengaku sebelum bergabung ia bekerja sebagai penderes getah rambung, sekaligus pemburu. Kini, ia berkomitmen untuk meninggalkan aktivitas tersebut dan beralih menjaga kelestarian satwa.

“ Ke depannya, saya berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Bersama tambang Martabe, saya akan terus menjaga serta melestarikan satwa-satwa yang ada di Batangtoru, ” ujarnya.(Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya