Monday, October 12, 2026

Pertanian Jadi Andalan, BAZNAS Tapsel Bangun Kemandirian Ekonomi Mustahik

Baca Juga

Wartalive.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), resmi meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif melalui skema kerja sama tripartit. Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangkaian acara grand opening SPPG Bintuju di Kecamatan Muaratais, Rabu (30/4/2026).

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan, jajaran pejabat daerah, Forkopimda, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Tapsel, unsur pemerintahan kecamatan, koordinator SPPG Tapsel, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat, serta tokoh masyarakat.

- Advertisement -

Program ini ditujukan untuk mempercepat transformasi mustahik atau penerima zakat menjadi muzakki atau pemberi zakat melalui penguatan sektor pertanian produktif.

Skema kerja sama tripartit tersebut melibatkan tiga pihak utama, yakni BAZNAS Tapsel sebagai penyedia modal usaha melalui dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS), kelompok tani mustahik sebagai pelaku usaha pertanian sayur dan buah, serta Yayasan Marsada Angkola Timur sebagai offtaker yang akan membeli hasil panen petani.

Baca Juga : Gus Irawan Dorong Dapur MBG Jadi Penggerak UMKM Desa

Ketua BAZNAS Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, mengatakan, program tersebut difokuskan pada sektor produktif, khususnya pertanian sayur-sayuran dan buah-buahan.

Menurutnya, pola kerja sama tripartit menjadi jaminan keberlanjutan program karena seluruh proses mulai dari pembiayaan, pendampingan hingga pemasaran dilakukan secara terintegrasi.

“ Pemanfaatan dana ZIS di sektor produktif melalui perjanjian tripartit ini memastikan modal yang diberikan kepada mustahik dapat dikelola secara profesional. Pihak ketiga membantu dari sisi pemasaran, sementara BAZNAS Tapsel menyediakan kebutuhan permodalan petani, ” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem perekonomian berbasis pedesaan dengan memberdayakan kelompok tani mustahik agar lebih mandiri secara ekonomi.

“ Target besarnya adalah mustahik naik kelas. Dengan penguatan ekonomi umat yang terintegrasi seperti ini, kemandirian ekonomi masyarakat diharapkan dapat terwujud lebih cepat dan berkelanjutan, ” tambah Jon Sujani.

Sementara Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan BAZNAS Tapsel dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat produktif.

Baca Juga : Ketua F-SPTI-K.SPSI Padangsidimpuan : Buruh Bisa Bersatu Tanpa Turun ke Jalan

“ Pemerintah daerah sangat mendukung model pemberdayaan seperti ini karena menjadi solusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” ujarnya.

Menurut Bupati, program tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga zakat dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pedesaan.

Ia juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel siap mendukung program-program pemberdayaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat kecil, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

“ Kita ingin desa-desa di Tapsel menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertanian harus diperkuat, kelompok tani harus dibina dan hasil pertanian masyarakat harus memiliki kepastian pasar. Karena itu, kerja sama tripartit seperti ini sangat strategis, ” tambahnya.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya