Tuesday, October 13, 2026

Event Besar, Publikasi PESTA Tapanuli 2026 Minim

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pelaksanaan kegiatan PESTA Tapanuli 2026 yang digelar di Alaman Bolak Padangnadimpu, Kota Padangsidimpuan selama 3 hari (8-10 Mei 2026), dinilai masih minim publikasi media sehingga gaung dan semarak acara belum terasa luas di tengah masyarakat.

Padahal, agenda budaya dan hiburan serta Gebyar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  tersebut diharapkan menjadi momentum besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tapanuli sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

- Advertisement -

Sejumlah warga menilai informasi terkait rangkaian kegiatan, jadwal acara, hingga lokasi pelaksanaan masih belum tersosialisasi secara maksimal.

Baca Juga : Empat Bulan, Polres Belawan Selesaikan 320 Kasus Kejahatan

Akibatnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui detail pelaksanaan dan nanfaat dari ajang PESTA Tapanuli 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan.

“ Acara sebesar ini seharusnya dipublikasikan lebih luas, baik melalui media massa, media sosial, maupun promosi di ruang publik. Sayangnya sampai selesai acara, informasinya masih sangat terbatas, ” ujar salah seorang warga Padangsidimpuan.

Menurut dia, minimnya publikasi juga dinilai berdampak pada rendahnya antusiasme masyarakat serta kurang optimalnya keterlibatan pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal.

Sementara kegiatan PESTA Tapanuli 2026 memiliki potensi besar untuk menarik perhatian wisatawan maupun pelaku UMKM dari berbagai daerah.

” Seharusnya se kelas BI sejak awal bisa menggandeng lebih banyak media untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, ” katanya.

Pengamat komunikasi publik Sumatera Utara Dr. Suheri Harahap menilai, dalam kegiatan besar seperti PESTA Tapanuli 2026 ini, panitia penyelenggara perlu memperkuat strategi publikasi dengan menggandeng media lokal maupun nasional.

Selain itu, pemanfaatan platform digital dinilai penting untuk menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda, pelaku UMKM maupun sanggar seni dan budaya.

“ Promosi sebuah event daerah tidak cukup hanya melalui seremoni. Harus ada strategi komunikasi yang terencana agar masyarakat mengetahui nilai dan tujuan kegiatan, ” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara ini.

Menurutnya lemahnya publikasi dapat mengurangi nilai strategis sebuah event daerah. Menurutnya, kegiatan budaya berskala besar membutuhkan pola komunikasi yang terintegrasi agar mampu membangun antusiasme publik sejak jauh hari.

“ Event budaya seperti PESTA Tapanuli seharusnya tidak hanya ramai saat pelaksanaan, tetapi juga gaungnya terasa sebelum kegiatan dimulai. Jika publikasi minim, maka potensi promosi daerah, kunjungan wisata, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat menjadi kurang maksimal, ” ujarnya.

Ia menilai, masyarakat juga sangat berharap panitia dan pemerintah daerah meningkatkan publikasi sejak menjelang pelaksanaan acara, sehingga PESTA Tapanuli 2026 benar-benar menjadi agenda budaya yang meriah, dikenal luasZ dan memberikan dampak positif bagi daerah Tapanuli khususnya, Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) pada umumnya.

” Sekarang era digital. Publikasi tidak cukup hanya lewat spanduk atau seremoni pembukaan. Harus ada narasi yang kuat, konten yang menarik dan distribusi informasi yang konsisten agar event benar-benar dikenal luas, ” tambahnya.

Sebelumnya opening ceremony PESTA Tapanuli 2026 dibuka Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, dihadiri Kepala BI Perwakilan Sibolga, Riza Putera Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Sri Fitrah Munawarroh, Sekretaris Daerah (Sekda) Rahmat Marzuki, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas seni budaya dan masyarakat.

Nuansa budaya dan semangat kolaborasi mewarnai acara, dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya serta pameran produk UMKM lokal.

Gemerlap lampu panggung berpadu dengan warna-warni kain tenun dan alunan musik tradisional khas Tapanuli menciptakan suasana hangat dan penuh kebanggaan terhadap budaya daerah

Beragam kegiatan turut memeriahkan agenda tersebut, mulai dari bedah buku, talk show, workshop, coaching clinic, halal mart, showcase UMKM, festival kopi, hingga gerakan pasar murah yang melibatkan berbagai komunitas dan pelaku usaha lokal.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian pengunjung adalah penampilan fashion show tenun khas daerah yang dibawakan langsung oleh Wali Kota Padangsidimpuan bersama Ketua TP-PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Masroini Letnan Dalimunthe.

Keduanya tampil elegan dengan balutan busana tenun karya desainer ternama sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Tapanuli kepada masyarakat luas.

Tak kalah memukau, Sekda Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Padangsidimpuan, Ny. Minta Rahmat Marzuki, juga turut tampil dalam fashion show yang mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.

Kepala BI Perwakilan Sibolga, Riza Putera, mengatakan PESTA Tapanuli 2026 merupakan bentuk sinergi lintas daerah dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis budaya dan potensi lokal.

PESTA Tapanuli bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk membangkitkan ekonomi masyarakat melalui promosi produk lokal, penguatan UMKM dan pengembangan pariwisata daerah.

Lihat Juga : Pabrik di Martubung Terbakar, Api Dipadamkan dalam 2 Jam

” PESTA Tapanuli 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga wadah penguatan ekonomi masyarakat melalui promosi UMKM dan produk lokal unggulan. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang terus tumbuh bagi kawasan Tapanuli,V” ujar Riza.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkenalkan budaya serta potensi ekonomi daerah.

Menurutnya, pada malam pembukaan PESTA Tapanuli 2026 menjadi simbol semangat baru bagi kawasan Tapanuli, tentang budaya yang terus hidup, UMKM yang terus tumbuh, dan kolaborasi yang terus dirawat demi masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

“ Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Tapanuli memiliki kekayaan budaya, seni, dan potensi daerah yang luar biasa, dengan harapan, PESTA Tapanuli 2026 mampu menarik perhatian wisatawan serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, ” katanya.

Saat dimintai keterangan terkait informasi kegiatan dan koordinasi publikasi, salah satu panitia dari BI, Farouq, mengarahkan awak media untuk menghubungi tim humas panitia.

“ Nanti ke tim humas panitia saja pak, kami masih susun konsep rilisnya, ” ujar Farouq, tanpa menjelaskan siapa Humas yang dimaksud. (Wan)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya