Tuesday, October 13, 2026

Ojol Medan Resah Antar Barang Oversize Pakai Motor

Baca Juga

Wartalive.co.id – Keresahan mendalam tengah menyelimuti para pengemudi ojek online (ojol) roda dua di Kota Medan. Belakangan ini, mereka kerap dihadapkan pada situasi dilematis saat menerima orderan pengantaran barang (instant delivery). Banyak konsumen maupun pelaku usaha yang nekat memesan armada motor untuk mengangkut barang dengan dimensi yang sangat besar dan melebihi kapasitas aman berkendara (6/6).

Fenomena ini memicu keluhan massal karena tidak hanya menyulitkan pergerakan di jalan raya, tetapi juga mengancam keselamatan sang pengemudi serta pengguna jalan lainnya. Di kawasan Setiabudi, Medan, para driver mengaku seringkali harus mengurut dada saat melihat barang bawaan yang tidak masuk akal untuk diangkut dengan sepeda motor.

- Advertisement -

Salah satu driver ojol yang kerap mangkal di kawasan tersebut, Zulfikar, membeberkan realita pahit yang harus dihadapi rekan-rekan seprofesinya di lapangan. Ia mengeluhkan sistem aplikasi yang seolah meloloskan orderan barang-barang berukuran raksasa untuk kendaraan roda dua.

Baca Juga : Medan Diguyur Hujan Deras Lagi, Jalan Sei Batang Hari Terendam Banjir

“Seringlah orderan yang melebihi batas di aplikasi gitu. Cuma ada satu istilah yang driver ojol itu pasti tau lah, kami namainnya ‘Risol Jerman’. Risol jerman ini gulungan Bubble wrap yang mau diantar. Bubble wrap itu besar kali gulungannya, maunya kalo yang gulungan besar gitu naik driver yang mobil lah, jangan yang motor,” ujar Zulfikar saat ditemui di kawasan Setiabudi.

Istilah “Risol Jerman” rupanya telah menjadi rahasia umum dan kode jenaka yang getir di kalangan komunitas ojol Medan untuk menggambarkan betapa menderitanya mereka saat mengejar rupiah. Penggunaan istilah ini merujuk pada bentuk gulungan plastik pelindung (bubble wrap) yang panjang dan tebal, menyerupai kue risol namun dalam ukuran yang luar biasa masif.

Nanda, seorang pengendara ojol lainnya di Kota Medan, turut membenarkan fenomena “Risol Jerman” yang kian meresahkan tersebut. Menurutnya, pesanan barang-barang raksasa ini paling sering bersumber dari toko-toko grosir atau penyedia perlengkapan kemasan plastik.

“Istilah ‘Risol Jerman’ ini uda biasa lah sesama ojol bicarain. Biasanya di toko-toko plastik itu ambilnya, gulungan besar. Sebenarnya gulungan itu ringan, cuma besar dan panjangnya itu yang jadi masalah. Kadang kami sekali ngantar 2 gulungan besar gitu, sudahlah ongkosnya kecil. Cuma gimana lagi, kalau lagi sepi orderan, tetap anter ajalah,” keluh Nanda.

Lihat Juga : Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Yong Panah Hijau Belawan

Faktor ekonomi dan sepinya orderan harian memaksa para pengemudi seperti Nanda untuk mengabaikan faktor keselamatan demi membawa pulang pendapatan. Padahal, membawa barang berukuran panjang dan besar menggunakan motor sangat berisiko membuat kendaraan tidak seimbang, terutama saat diterpa angin kencang atau ketika harus bermanuver di tengah padatnya lalu lintas Kota Medan.

Melalui keresahan ini, para driver ojol di Medan sangat berharap adanya ketegasan dari pihak aplikator untuk memperketat regulasi dimensi barang. Selain itu, kesadaran dari pihak toko dan konsumen juga sangat diharapkan agar lebih bijak memilih jenis armada pengiriman yang sesuai, demi kemanusiaan dan keselamatan bersama di jalan raya.(febrian)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya