Sunday, October 11, 2026

Prabowo: Rp49 Triliun Bisa Tuntaskan Renovasi Puskesmas dan Sekolah

Baca Juga

Wartalive.co.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengalokasikan dana hasil penertiban denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara demi kepentingan rakyat. Dana segar sebesar Rp10,27 triliun yang berhasil diselamatkan tersebut rencananya akan langsung dialokasikan untuk memperbaiki sekitar 5.000 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini diambil setelah kalkulasi matang mengenai kebutuhan anggaran renovasi fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut. Berdasarkan estimasi pemerintah, biaya yang diperlukan untuk memperbaiki satu unit puskesmas agar memenuhi standar layak adalah sekitar Rp2 miliar. Dengan demikian, pembenahan total untuk target 10.000 puskesmas di seluruh tanah air secara keseluruhan membutuhkan anggaran mencapai Rp20 triliun.

- Advertisement -

Meski total kebutuhan anggaran cukup besar, Presiden Prabowo optimistis bahwa dana penyelamatan keuangan negara yang ada saat ini sudah bisa menutup setengah dari target tersebut. Setidaknya, 5.000 puskesmas dapat segera tersentuh program perbaikan menggunakan dana Rp10 triliun yang telah berhasil diamankan oleh kas negara.

Baca Juga : Rico Waas Klarifikasi Pagar Stadion Teladan Rusak Ditabrak Ekskavator

“Saya bilang kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10 ribu? Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar. Jadi, kita butuh kurang lebih Rp20 triliun. Sebenarnya hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas Rp10 triliun,” jelas Presiden Prabowo pada Rabu (13/5).

Harapan untuk menuntaskan seluruh perbaikan fasilitas kesehatan kian terbuka lebar seiring adanya potensi tambahan pemasukan negara bulan depan. Kepala Negara mengungkapkan bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) diproyeksikan bakal menyumbang penerimaan sebesar Rp10 triliun, disusul tambahan fantastis senilai Rp39 triliun yang bersumber dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Jika seluruh tambahan modal dari Satgas PKH dan PPATK tersebut berhasil terealisasi penuh, pemerintah dipastikan mengantongi dana segar baru sebesar Rp49 triliun. Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk merampungkan renovasi sisa puskesmas sekaligus memperluas jangkauan program perbaikan ke sektor infrastruktur pendidikan.

“Kalau bulan depan benar yang masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti Rp49 triliun, berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki, sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki,” ujar Presiden Prabowo menambahkan.

Selain puskesmas, sektor pendidikan memang menjadi fokus masif pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat pada APBN tahun lalu, sebanyak 17 ribu sekolah telah berhasil diperbaiki, sementara tahun ini ada 70 ribu sekolah yang sedang berjalan proses renovasinya. Pemerintah pun menargetkan perbaikan bertahap sebanyak 100 ribu sekolah untuk tahun depan dan jumlah yang sama di tahun berikutnya, termasuk menyasar madrasah-madrasah di seluruh Indonesia.

Lihat Juga : Ojol Medan Resah Antar Barang Oversize Pakai Motor

Presiden Prabowo pun menutup penjelasannya dengan menegaskan pentingnya komitmen pemberantasan korupsi demi pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa program-program pembenahan fasilitas publik ini didanai oleh uang rakyat yang berhasil direbut kembali dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

“Kita perbaiki dengan uang yang kalau tidak kita selamatkan dan uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling dan perampok tersebut,” pungkasnya secara tegas.(febrian)

Sumber: tbn news

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya