Sunday, October 11, 2026

Taman Ecobrick PTAR Dorong Budaya Kelola Sampah Masyarakat

Baca Juga

Wartalive.co.id – Upaya sederhana mengelola sampah plastik kini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebanyak 10.000 botol plastik yang diolah menjadi ecobrick berhasil disulap menjadi Taman Ecobrick di kawasan Sopo Daganak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Program yang digagas PT Agincourt Resources (PTAR) bersama masyarakat ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Selain mempercantik kawasan, inisiatif tersebut juga berhasil mengurangi sekitar 2,5 ton sampah plastik sekaligus menumbuhkan budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

- Advertisement -

Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan keberhasilan mengumpulkan 10.000 ecobrick menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Menurutnya, plastik yang sebelumnya dibuang kini dipilah dan diolah menjadi ecobrick yang bermanfaat bagi lingkungan. Program “Dari Hati Untuk Bumi” yang dimulai pada 2025 ini menjadi langkah awal membangun kebiasaan tersebut.

Baca Juga : Wawako Tanjungbalai Ajak Ayah Aktif Mengasuh Anak di Harganas ke-33

Selain dimanfaatkan sebagai taman, ribuan ecobrick juga digunakan sebagai penanda visual (signage) di kawasan Martabe Cocoa dan Martabe Farm, dua program pengembangan ekonomi lokal PTAR di sekitar Sopo Daganak.

Program ini melibatkan Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah di Batang Toru, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias. Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, menyebut Taman Ecobrick menjadi simbol penerapan ekonomi sirkular yang dibangun bersama masyarakat. Keberhasilan program, katanya, tidak hanya diukur dari jumlah ecobrick yang terkumpul, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Komitmen PTAR terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam pengawasan kawasan konservasi. Sebanyak 14 anggota SMART Patrol, termasuk mantan pemburu dan penebang liar, rutin berpatroli di Area Konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala untuk memantau satwa liar, aktivitas pembalakan, dan perambahan hutan.

Lihat Juga : Muhammad Fadly Abdina Hadiri Ritual Bakar Replika Tongkang

Di sisi lain, warga desa lingkar tambang juga dilibatkan dalam pemantauan kualitas air Sungai Batang Toru. Sampel air diambil setiap bulan dan diuji di laboratorium independen di Jakarta, kemudian hasilnya disampaikan kepada masyarakat setiap tiga bulan.

Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PTAR juga menggelar aksi bersih kawasan konservasi mangrove serta pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial di Tapanuli Tengah yang melibatkan masyarakat dan karyawan perusahaan.(Tamrin)

Warta Terbaru

Ormas Islam Tapsel Satukan Langkah Bangun Umat

Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN - Sebanyak 11 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama Majelis Ulama Indonesia...

Artikel Menarik Lainnya