Wartalive.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) mulai mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (MUSDA) sekaligus memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dibahas dalam rapat konsolidasi yang dipimpin Ketua DPD HKTI Sumatera Utara (Sumut) H. Gus Irawan Pasaribu, di Hotel Grand Jamee Medan, Sabtu (25/7/2026).
Rapat dihadiri jajaran pengurus DPD serta perwakilan DPC HKTI Kabupaten/Kota se Sumut.
Dalam rapat itu, HKTI Sumut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pembentukan panitia MUSDA hingga pemberian mandat kepada 33 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI di Kabupaten/Kota untuk memperkuat konsolidasi organisasi di daerah masing-masing sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan MUSDA.
Baca Juga : Saat Polantas Hadir di Tengah Warga
Selain itu, seluruh jajaran pengurus HKTI Sumut menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum HKTI Pusat, Sudaryono, yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
” Kami mengucapkan selamat kepada Ketua Umum HKTI Pusat, Bapak Sudaryono, atas amanah baru sebagai Kepala BGN. Ini merupakan tugas yang mulia sekaligus berat. Kami yakin beliau adalah pejuang rakyat dan mampu membawa berbagai reformasi di BGN, ” ujar Gus Irawan.
HKTI Sumut juga mendoakan agar Sudaryono diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanahnya sehingga mampu membawa BGN semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
Gus Irawan menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat peran HKTI sebagai wadah perjuangan petani sekaligus penghubung antara petani, pemerintah, akademisi, dunia usaha dan pasar.
Menurutnya, HKTI memiliki posisi strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Sumut.
” Salam petani. Salam petani makmur. Kita berjuang agar petani menuju kemuliaan, kesejahteraan, dan kemakmuran, ” katanya.
Ia meminta seluruh DPC HKTI di 33 Kabupaten/Kota segera melakukan konsolidasi dan melengkapi persyaratan organisasi agar pelaksanaan MUSDA dapat berjalan sesuai rencana.
” Persiapan harus dimulai dari sekarang. Panitia juga harus segera dibentuk agar seluruh proses dapat berjalan dan komunikasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak terkait dapat dilakukan secara lebih efektif, ” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gus Irawan juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara HKTI dan BGN dalam mendukung Program MNG.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani dan pelaku UMKM.
” Program ini sangat mulia dan strategis untuk menyiapkan generasi masa depan. Dari sisi HKTI, kita melihat adanya peluang untuk membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani dan UMKM, ” jelasnya.
Ia menambahkan, HKTI siap mengambil peran dalam memperkuat rantai pasok pangan lokal agar kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG dapat dipenuhi oleh petani dalam negeri sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
” HKTI harus dapat mengambil peran dalam membangun ekosistem tersebut. Petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga harus mendapatkan manfaat ekonomi dari program-program strategis pemerintah, ” tegasnya.
Lihat Juga : Kapolres Sambangi Lapas Salambue, Perkuat Koordinasi dan Kamtibmas
Rapat konsolidasi juga menyepakati rencana pelaksanaan MUSDA HKTI Sumut yang dijadwalkan berlangsung setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Waktu dan lokasi pelaksanaan akan disesuaikan dengan agenda Ketua Umum HKTI Pusat yang kini menjabat sebagai Kepala BGN.
Menutup arahannya, Gus Irawan berharap konsolidasi organisasi terus diperkuat agar HKTI Sumut semakin solid dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan, serta menyukseskan Program MBG.
” Yang paling penting adalah konsolidasi. Kita harus bergerak bersama, memperkuat organisasi, dan memastikan HKTI hadir untuk petani serta mendukung program-program strategis pemerintah, ” pungkasnya.(Wan)

