Saturday, October 10, 2026

Temuan Jasad di Batangtoru, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Baca Juga

Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Setelah hampir dua pekan dilaporkan hilang, AJN (27), warga Desa Wek IV, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ditemukan meninggal dunia di areal kebun masyarakat, Kamis (8/10/2026).

Penemuan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menemukan jasad korban di kebun milik almarhum Cirin, Desa Wek III, Kecamatan Batangtoru.

- Advertisement -

Sebelumnya, pihak keluarga telah melaporkan kehilangan AJN ke Polsek Batangtoru pada 29 September 2026.

Menindaklanjuti laporan itu, Pelaksana Tugas (Ps.) Kapolsek Batangtoru, Iptu Danni M. Sidauruk, langsung mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“ Korban ditemukan di kebun masyarakat atas nama almarhum Cirin, Desa Wek III, Kecamatan Batangtoru, ” ujar Iptu Danni, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas yang dipimpin Ipda Supriyadi, menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban.

Barang-barang tersebut berupa sepasang sandal, tas sandang berwarna hitam berisi telepon genggam Android berwarna hitam dan headset berwarna putih, serta tali nilon di sekitar pohon tempat korban ditemukan.

“ Dari hasil olah TKP, korban ditemukan dalam posisi telungkup. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Batangtoru untuk dilakukan pemeriksaan visum luar, ” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, AJN terakhir kali diketahui pergi bersama kakaknya pada Sabtu (26/9/2026) pagi menggunakan sepeda motor menuju Simpang Jalan PNPM, arah Gunung Sibarani, di kawasan kebun masyarakat Desa Wek III, Kecamatan Batangtoru.

Saat itu, korban menyampaikan kepada kakaknya bahwa ada urusan yang harus diselesaikan.

Setelah mengantarkan korban ke lokasi, sang kakak kemudian meninggalkannya.

Namun, hingga beberapa hari berlalu, AJN tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga bersama masyarakat dan personel Polsek Batangtoru pun melakukan pencarian ke sejumlah lokasi, termasuk kawasan Gunung Barani.

Iptu Danni menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terdapat dugaan korban meninggal akibat bunuh diri.

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“ Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri. Akan tetapi, kami tetap melakukan pemeriksaan sesuai prosedur, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, ” tegasnya.

Lihat Juga: Tapsel Dorong Sanusi Pane Jadi Pahlawan Nasional, Jejak Bahasanya Kembali Digali

Selain itu, polisi memperoleh informasi dari pihak keluarga bahwa korban diduga memiliki persoalan utang dengan beberapa orang.

Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan peristiwa yang menimpa korban.

“ Semua informasi terkait persoalan korban masih kami dalami. Seluruh keterangan yang diperoleh akan menjadi bagian dari proses penyelidikan, ” kata Iptu Danni.

Sementara itu, pihak keluarga, yakni ayah korban, Bahrum Nasution (63) dan kakak korban, Toni Prandi (35), menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah menerima kejadian tersebut.

” Intinya kami masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian AJN, ” pungkasnya  (Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya