Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggandeng seluruh kepala madrasah negeri untuk memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi bersama seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se Kabupaten Tapsel yang digelar di Aula Dinas Perdagangan Sipirok, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, didampingi Wakil Ketua II Asep Safaat Siregar dan Wakil Ketua III Tua Pardomuan Harahap dan Edi Gustian yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapsel.
Baca Juga: JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya
Dalam pemaparannya, Jon Sujani Pasaribu menyoroti tiga tantangan mendasar yang masih dihadapi Baznas, yakni masih adanya masyarakat yang belum mengenal Baznas, belum memahami fungsi dan manfaatnya, serta belum sepenuhnya memiliki kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat tersebut.
“ Persoalan paling mendasar yang kita hadapi ada tiga hal, yaitu masyarakat yang belum tahu apa itu Baznas, belum paham fungsi dan manfaatnya, serta masih adanya ketidakpercayaan (distrust), ” ujar Jon.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan mekanisme kerja Baznas, transparansi pengelolaan zakat, serta berbagai program prioritas yang akan dijalankan ke depan.
Jon juga memaparkan data terpadu Badan Pusat Statistik (BPS) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencatat sebanyak 14.216 jiwa warga Tapsel masuk dalam kategori mustahik atau kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat, khususnya dari kalangan miskin.
Ia menegaskan, penanganan persoalan kemiskinan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Baznas tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk jajaran madrasah yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran keagamaan.
“ Angka ini adalah tanggung jawab sosial kita bersama untuk mengentaskan mereka dari garis kemiskinan. Baznas Tapsel tidak dapat berjalan sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen, terutama para kepala madrasah yang memiliki basis massa dan pengaruh strategis di tengah masyarakat untuk mendorong umat lebih taat menjalankan rukun Islam yang ketiga, yaitu membayar zakat, ” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Tapsel Asep Safaat Siregar menekankan pentingnya keterlibatan kepala madrasah dalam meningkatkan kesadaran berzakat, khususnya di lingkungan kerja masing-masing.
Menurut Asep, kepala madrasah tidak hanya berperan dalam mengoptimalkan pengumpulan ZIS di unit kerja yang dipimpin, tetapi juga menjadi agen sosialisasi untuk menyebarluaskan program-program kemanusiaan Baznas kepada masyarakat luas.
“ Peran para kepala madrasah sangat vital, tidak hanya dalam mengoptimalkan pengumpulan ZIS di unit kerja yang dipimpin, tetapi juga sebagai agen sosialisasi yang menyebarluaskan program-program kemanusiaan Baznas kepada masyarakat luas, ” jelas Asep.
Di kesempatan yang sama, Edi Gustian yang mewakili Kepala Kemenag Tapsel menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan komitmen Kemenag untuk terus mengawal dan mendukung langkah Baznas dalam meningkatkan penerimaan ZIS serta membenahi tata kelola zakat di Kabupaten Tapsel.
Lihat Juga: Temuan Jasad di Batangtoru, Polisi Dalami Penyebab Kematian
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah seorang kepala madrasah yang hadir mengapresiasi langkah dan arah kebijakan Baznas Tapsel yang dinilai memiliki program kerja terukur serta berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Jajaran madrasah pun menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan terhadap upaya optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ZIS, sehingga dapat memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
” Melalui sinergi tersebut, Baznas Tapsel berharap kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat semakin kuat dan penyaluran bantuan kepada mustahik dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tapsel, ” terangnya. (Wan)

