Wartalive.co.id — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menggelar Program Pemagangan Nasional Batch II sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, Rabu (26/11/2025).
Pemagangan Batch II mendapat perhatian luas karena menyasar para fresh graduate yang dinilai masih membutuhkan penguatan pengalaman praktis sebelum memasuki dunia kerja. Tingginya persaingan di pasar tenaga kerja menjadi alasan utama Kemnaker menghadirkan program ini dalam skala besar dan terstruktur.
Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, menyampaikan bahwa pelaksanaan Batch II merupakan bagian dari reformasi ketenagakerjaan yang sedang digencarkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemagangan menjadi jembatan penting untuk mengatasi kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri.
Baca Juga : DLHK Sumut Dorong KLHK Lebih Selektif Beri Izin Pengelolaan Hutan Usai Banjir Bandang Tapteng
“Kurang lebih 62.000 peserta magang lulusan baru dari berbagai universitas di Indonesia diterima dalam Batch II ini. Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Inisiatif ini juga sangat relevan ketika beberapa pakar menyoroti adanya mismatch antara kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Menaker dalam sambutannya.
Pelaksanaan pemagangan pada batch ini tidak hanya berfokus pada penempatan peserta, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran di tempat kerja. Peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri di berbagai sektor strategis, mulai dari teknologi informasi, ekonomi kreatif, layanan publik, kesehatan, manufaktur, hingga media dan jurnalistik.
Lihat Juga : Kantah Labuhanbatu Matangkan Implementasi Sertifikat Wakaf Elektronik
Program ini diharapkan menjadi solusi atas tingginya angka lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pengalaman kerja memadai. Melalui pemagangan, peserta memperoleh kesempatan mengasah keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, manajemen waktu, serta budaya kerja profesional yang nantinya sangat dibutuhkan perusahaan.(Sri)

