Sibolga-Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Sibolga, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di empat kecamatan se-Kota Sibolga berakhir hari ini, di Komplek Rusunawa, di Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga. Sumatra Utara.
Kadis Perindag Sibolga, Ramayana Tambunan melalui Kabid Perdagangan, Ananta Siregar, menjelaskan, periode pasar murah dimulai Senin, 29 April 2024 hingga Kamis, 16 Mei 2024, bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga bahan pokok yang cenderung mengalami kenaikan.
“Operasi pasar murah yang kita gelar ini sekaligus merupakan langkah antisipasi inflasi bulan Mei 2024 di Kota Sibolga,” kata Ananta Siregar, kepada wartawan di lokasi pasar murah, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga : Pemungutan Pajak Retribusi di TOS Untuk Meningkatkan PAD
Ananta Siregar yang didampingi Henry Mestiar Sinaga mengatakan, dari seluruh kegiatan dilaksanakan di empat kecamatan tersebut, beras premium yang dijual dengan harga murah ke masyarakat, totalnya hampir mencapai 70 ton.
“Jumlah paket yang terdistribusikan ke masyarakat sebanyak 6.964 paket. Komoditasnya, beras merek Bintang Lima kemasan 10 kg, minyak goreng merek Bimoli kemasan 1 liter, gula pasir merek Sugaro kemasan 1 kg dan telur ayam ras kemasan 1 papan,” kata Ananta Siregar.
Dia menjelaskan, kalau pasokan bahan pokok tersedia dan harganya dapat dikendalikan, maka inflasi di Kota Sibolga akan terkendali sesuai target nasional yakni, dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024.
Ananta Siregar mengatakan, mengutip data BPS, Kota Sibolga mengalami deflasi sebesar 0,08% (mtm) pada April 2024. Kemudian secara tahun kalender, tingkat inflasinya sebesar 2,37% (ytd). Dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 107,93. Kota Sibolga secara tahunan mengalami inflasi sebesar 4,03% (yoy) pada April 2024.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,95%,” kata Ananta Siregar.
Lihat Juga : Pj. Sekda Lubuklinggau Hadiri Pelantikan PPK se-Kota Lubuklinggau
Ananta Siregar mengatakan, bahan pokok yang disubsidi selama periode pelaksanaan pasar murah yang digelar pihaknya tersebut di antaranya, beras, gula, minyak goreng dan telur. Menurut Ananta Siregar, kegiatan pasar murah tersebut juga dilaksanakan berdasarkan rekomendasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Sibolga.
“TPID ini anggotanya terdiri dari berbagai instansi pemerintah daerah, Kantor Perwakila Bank Indonesia (BI), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Bulog, BUMD, dan pihak terkait lainnya,” kata Ananta Siregar.
Hal yang paling penting dari pelaksanaan pasar murah tersebut adalah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Pada kegiatan pasar murah tersebut, pihaknya mensyaratkan bahwa setiap kepala keluarga (KK) hanya bisa membeli satu paket berupa, beras, gula, minyak dan telur. Ananta Siregar menambahkan, selama periode pasar murah yang dilaksanakan di empat kecamatan se Kota Sibolga, pihaknya tidak mengalami kendala.(IS)
Editor : Ikhwan Nasution

