Tuesday, October 13, 2026

Penyaluran KUR Sumut Tembus Rp13,4 Triliun

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama perbankan terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM guna memperkuat hilirisasi dan meningkatkan inklusi keuangan daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Naslindio Sirait, menyampaikan bahwa hingga 31 Oktober 2025 penyaluran KUR telah mencapai Rp13,4 triliun dengan 327.678 debitur, mendekati target 2025 sebesar Rp15 triliun. Pernyataan itu disampaikannya pada Temu Pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (19/11/2025).

- Advertisement -

Menurut Naslindio, Pemprov Sumut tak hanya memperluas akses permodalan, tetapi juga membenahi aspek legalitas, peningkatan produktivitas, fasilitas usaha, dan manajemen. Program business matching digelar untuk mempertemukan UMKM dengan perbankan agar proses penilaian kelayakan lebih cepat.

Baca Juga : Kearifan Lokal Lubuk Larangan Antarkan Tapsel Menjadi Terbaik Nasional di I-SIM 2025

“Kita ada program Business Matching, yakni membuat pertemuan pelaku usaha dengan perbankan sehingga mereka bisa melihat UMKM yang potensial. Pemprov juga membantu penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha, sampai penataan manajemen pembukuan agar lebih tertib,” jelasnya.

Sektor perdagangan menjadi penyerap KUR terbesar, mencapai Rp1,51 triliun, disusul industri pengolahan Rp389 miliar. Naslindio berharap KUR terus mendukung hilirisasi produk lokal, mengingat pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Sumut.

“Misalnya hasil pertanian jagung diolah menjadi jagung pipil hingga menjadi pakan. Beras, diolah hingga menjadi tepung beras. Cabai diolah menjadi cabai kering hingga saos cabai. Begitu juga dengan tomat yang bisa diolah menjadi saus tomat. Sehingga industri pengolahan juga ikut meningkat,” katanya.

Lihat Juga : Lapas Padangsidimpuan Peringati Hari Bhakti Kemenimipas ke-1

Dari 33 kabupaten/kota, penyaluran tertinggi berada di Deliserdang (Rp1,6 triliun), disusul Medan (Rp1,4 triliun), Simalungun (Rp1 triliun), dan Langkat (Rp900 miliar). Daerah dengan penyaluran terendah yaitu Nias Barat (Rp18 miliar) dan Gunungsitoli (Rp27 miliar). Penyaluran didominasi BRI, Bank Mandiri, dan Bank Sumut.

Naslindio menambahkan, tingkat kredit macet UMKM hanya 2,5%, jauh lebih rendah dibandingkan sektor konstruksi yang mencapai 7%.

“Artinya UMKM masih bisa dipercaya,” katanya.(Ananda)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya