Tuesday, October 13, 2026

Banjir dan Longsor Terjang Tapsel, PTPN IV Dukung Relokasi Warga

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) jajaki kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional I untuk merelokasi warga terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten tersebut.

Kesepakatan awal dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Bupati Tapsel Jalan Prof Lafran Pane di Sipirok, Rabu (10/12/2025).

- Advertisement -

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Tapsel Jafar Sahbuddin Ritonga, Kepala Dinas PUPR Fachri Ananda Harahap, Pelaksana Tugas Kepala Inspektorat Daerah Hamdy S Pulungan, serta jajaran manajemen PTPN IV Regional I yang dipimpin Regional Head Rurianto.

Baca Juga : Jelang Natal, Pemerintah Serahkan Sertifikat Gereja di Blitar

Turut mendampingi, SEVP Operation II Joni R Siregar, Manager IXHG Munawar Hasibuan, Pj Kabag Sekretariat Perusahaan dan Hukum Hendra Kesuma, Julkarnaen Harahap dari PTPN IV Regional I, Kasub Hukum Ibnu Syahputra, serta Askep Kebun Batangtoru Olland Akbar Harahap.

Dalam rapat tersebut Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu menyampaikan, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir berdampak pada 14 dari 15 Kecamatan di Tapsel.

Kerusakan terparah tercatat di Desa Garoga dan Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, serta Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur.

” Selain merusak permukiman warga, bencana juga mengubur sekitar 5.000 hektare lahan persawahan dengan endapan lumpur setinggi hingga tiga meter. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan gagal tanam berkepanjangan dan berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, ” ujar Bupati

Gus Irawan Pasaribu, menegaskan relokasi warga terdampak tidak dapat ditunda. Menurutnya, kondisi pengungsian darurat tidak ideal jika berlangsung terlalu lama.

“ Hunian sementara menjadi kebutuhan mendesak. Kepastian tempat tinggal sangat penting untuk menjaga keamanan serta kondisi psikologis warga, ” ujar Gus Irawan.

Sementara mewakili manajemen PTPN IV Regional I yang dipimpin Regional Head Rurianto menyatakan kesiapan mendukung program relokasi dengan menyediakan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

Sejumlah lahan milik perusahaan yang berlokasi di Desa Hapesong Baru, Desa Tandihat dan Desa Batu Godang telah disepakati melalui musyawarah desa dan memperoleh persetujuan tertulis dari para Kepala Desa.

Untuk mempercepat pembangunan Huntara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemkab Tapsel dan PTPN IV sepakat menggunakan skema pinjam pakai lahan dengan tujuan tertentu.

” Skema ini dipilih karena proses pelepasan aset negara membutuhkan waktu cukup panjang. Meski demikian, proses administrasi pelepasan aset tetap akan berjalan melalui tim teknis yang dibentuk kedua belah pihak, ” kata Rurianto.

Rurianto juga menjelaskan, di sisi penanganan darurat, PTPN IV Regional I juga telah mengerahkan enam unit alat berat, terdiri dari empat unit excavator, satu road grader dan satu backhoe mini.

” Alat berat tersebut ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk membuka akses dan membersihkan material longsor. Perusahaan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga di lokasi pengungsian, khususnya di wilayah Batangtoru dan Hapesong, ” jelasnya

Selain membahas relokasi, rapat juga menyoroti upaya pemulihan ekonomi warga terdampak bencana banjir dan. longsor.

” Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Tapsel yang terdampak banjir dan tanah longsor, ” tuturnya

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tapsel Rocky AP Gultom, menyampaikan aspirasi petani yang lahannya rusak agar diberi akses mengelola lahan replanting milik PTPN IV dengan pola tanam tumpang sari.

Lihat Juga : 2.532 Sertifikat Wakaf dan Rumah Ibadah Diserahkan di Masjid Al-Akbar Surabaya

Usulan tersebut disetujui secara prinsip oleh PTPN IV Regional I, dengan catatan tidak mengganggu tanaman utama serta tetap mengikuti ketentuan teknis perusahaan.

Selain itu, lahan seluas 24 hektare yang sebelumnya dikelola melalui kerja sama dengan Polsek Batangtoru juga disepakati untuk dialihkan pengelolaannya kepada kelompok tani korban bencana.

” Proses pengalihan akan dikoordinasikan oleh DPRD Tapsel bersama kepolisian setempat, ” terang Rocky. (Wan)

Warta Terbaru

Ketua TP Posyandu Labusel Sosialisasikan 6 SPM di SMP Negeri 1 Langga Payung, Cegah stanting dari Hulu

Warlalive.co.id, LABUHANBATU SELATAN -- Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Ny. Indah Fery Simatupang, menyosialisasikan enam Standar...

Artikel Menarik Lainnya